• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Khas Surabaya / Kamis, 05/11/2015 10:33 WIB
5th Jazz Traffic Festival

Tak terasa, perhelatan Jazz Traffic Festival (JTF) telah memasuki tahun kelima. Sejak digelar pertama kali pada 2011, JTF telah membawa angin segar tersendiri sebagai event musik. JTF setidaknya telah mampu memalingkan perhatian musisi dan publik penikmat jazz tanah air ke Surabaya, yang sebelumnya hanya memusatkan indera entertain mereka ke Jakarta. JTF seolah berhasil membetot legenda jazz kembali ke Surabaya. Bukankah para pendekar jazz seperti Jack Lesmana dan Bubi Chen lahir dan membangun kesenimanannya di Surabaya? Bila kemudian musik jazz kembali menguat dan meluas di kota ini, adalah kewajaran dan bahkan keniscayaan. Bila JTF menjadi noktah penting dalam proses itu dan mendapat apresiasi yang bagus, tentu menjadi kebanggaan tersendiri.

 

Jazz Life Style

Sebagai sebuah perhelatan musik, impian JTF menjadi ikon di Surabaya juga telah menemukan momentumnya. JTF telah menjadi poros tersendiri sebagai perhelatan musik jazz di Surabaya. Gaungnya telah menggelombang ke seantero negeri. JTF menjadi satu diantara deretan gelaran musik jazz di tanah air. Dalam 5 kali event selama 5 tahun ini, JTF berusaha membumikan musik jazz kepada publik di Surabaya. Bagaimana agar musik jazz menjadi easy listening, enak dan akrab didengar, serta ringan dinyanyikan dalam berbagai kesempatan. Apakah sudah berhasil demikian di Surabaya? Mungkin Anda tak perlu sungkan mengakuinya.

 

Jejak Langkah JTF

Jazz Traffic Festival merupakan sebuah event off air yang diangkat dari program on air radio Suara Surabaya (SS) yang telah disiarkan sejak 28 tahun silam (sejak 1983). Dan, om Bubi (Bubi Chen), musisi jazz legendaris Indonesia menjadi bagian yang turut membesarkan gelombang program jazz traffic di SS sejak awalnya. Jazz Traffic utamanya mengusung semangat untuk memperbesar apresiasi dan edukasi tentang jazz di kota Surabaya. Keterbatasan sources dan referensi tentang jazz tak lagi menjadi kendala. Semangat itu begitu membara sehingga program ini tetap bertahan hingga kini, walau kondisinya tetap kurang apresiasi dan tidak mudah dijual.

 

JTF yang Diimpikan

Tak disangka ternyata Jazz Traffic Festival (JTF) memicu banyak impian yang selama ini menggantung. Momentum MLD Spot Jazz Competition yang digelar mengawali jauh sebelum JTF dilaksanakan, kami mencoba menjaring pendapat peserta kompetisi seputar; apa motivasi ikut kompetisi; bagaimana pandangannya tentang JTF; dan seperti apa impian mereka tentang musik jazz di Surabaya. Hasilnya cukup mengejutkan.

 

Aneka Pernik di Jazz Traffic

Tidak hanya musisi lokal dan nasional, gelaran JTF diisi oleh musisi internasional. Seperti saat JTF 2012 yang menghadirkan Antonio Mauricio Horta De Melo atau lebih dikenal sebagai Toninho Horta , seorang gitaris, komposer dan vokalis asal Brazil. Dan pada 2015, JTF kembali menghadirkan musisi internasional, Eric Legnini. Eric Legnini, pianis kelahiran Belgia, 20 Februari 1970 bersama grup musiknya akan membius para penonton Jazz Traffic Festival 2015. Kepiawaian jemari Eric Legnini akan dipadukan dengan pukulan drum Franck Agulhon dan petikan kontra bass Thomas Bramerie.

kirim komentar