Majalah SCG
Suroboyoan / Senin, 13/05/2013 09:28 WIB Kalimas Waterfront City Iman Krestian M, ST

Surabaya pernah menjadi kota yang indah dinikmati dari sungai Kalimas. Suatu saat, bukan tak mungkin keindahan itu bisa dihadirkan kembali.

Dulu, landscape kota Surabaya sangat menarik bila dilihat dari sungai Kalimas. Moda transportasi air justru menjadi pilihan utama. Sisi-sisi Kalimas menyodorkan pemandangan yang amat menawan. Kalimas menjadi pusat aktivitas dan lalu lalang warga kota (waterfront city).

Namun, seiring perkembangan kota, transportasi dan aktivitas warga berpindah ke darat. Kenyamanan baru di daratan telah menjadi ambience yang memanjakan pragmatisme warga kota. Lambat laun Kalimas serta merta ditinggalkan dan menjadi sungai tak bertuan.

Kalimas berbalik menjadi tempat wingking. Bangunan di pinggir sungai, semua membelakangi Kalimas. Kalimas menjadi semacam “pelebaran” halaman belakang rumah, yang tak terawat. Tak ada moda transportasi, tak ada kepedulian menjaga kebersihan dan keindahan bibir sungai.

Kalimas bahkan menjadi “wadah” pembuangan sampah warga. Apalagi generasi masa kini. Mereka tak sempat merasakan masa “kejayaan” sungai Kalimas. Generasi sekarang hanya tahu Kalimas yang kumuh penuh sampah, dan airnya keruh. Mereka tak mampu lagi melihat “masa depan” Kalimas sebagaimana legendanya.

Untung masih ada beberapa warga kota yang peduli. Ini gayung bersambut dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya yang ingin merevitalisasi Kalimas. Mungkin tak bisa menghadirkan Kalimas seperti kejayaannya di masa lalu. Tapi ada banyak hal yang bisa ditata ulang. Sehingga bisa memberi nilai tambah keberadaan dan fungsi Kalimas.

Kalau Anda warga kota menyusuri sepanjang Kalimas, mulai Jembatan Merah hingga Wonokromo, sisi-sisi sungai mulai terlihat asri dan indah. Bangunan heritagenya dipoles, dan ada yang dipercantik dengan taman kota.

Revitalisasi itu mungkin tak terealisasi secepat yang diharapkan. Penyelesaiannya masih harus menunggu good will masing-masing pihak terkait. Revitalisasi Kalimas bukan semata kewenangan Pemerintah Kota Surabaya. Ia terkait dengan beberapa pihak yang memiliki kewenangan atas Kalimas. Bila setiap pihak telah bersepakat, warga kota akan bisa melihat pasar bunga Kayon yang berbeda, jembatan Petekan yang kembali menyala, dan kawasan dam jagir yang bernuansa Surabaya lama.

*) Kepala Subbid Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Bidang Fisik dan Prasarana Bappeko Kota Surabaya