• Majalah SCG
  • Majalah SCG
Destinasi Wisata / Sabtu, 30/11/2013 10:00 WIB
Kampung Ilmu

Bila mau memuaskan dahaga baca, mengapa tidak mencoba tempat alternative di Kampoeng Ilmu? Pusat jualan buku bekas legendaris di   sepanjang Jalan Semarang telah direlokasi dalam satu tempat di Jalan Semarang 37 Surabaya.

Tempat baru itupun  diberi nama yang lebih mencerdaskan yaitu Kampoeng Ilmu. Tidak hanya penjual buku bekas, lokasi ini pun ditata menjadi obyek wisata pendidikan alternatif bagi warga Kota Surabaya.

Konsep wisata pendidikan yang akan dikembangkan di tempat ini meliputi tiga unsur, yakni pendidikan, budaya, ekonomi, dan sosial. Unsur pendidikan mencakup kegiatan seperti kursus gratis, diskusi, pelatihan, taman baca, bedah buku, cerdas cermat, pemutaran film dan lomba baca tulis.

Unsur budaya antara lain galeri seni rupa, pengajian umum, dan pentas seni. Unsur sosial meliputi sarana olahraga, pengobatan gratis, taman bermain, pendopo serba guna, kerja bakti, dan donor darah. Sementara unsur ekonomi mencakup peningkatan daya beli buku, terciptanya lapangan pekerjaan, peningkatan devisa, pasar tradisional buku dan koperasi.

Ada sepuluh stakeholder yang peduli dengan gerakan  Surabaya Bangkit Membaca. Sepuluh elemen yang mendeklarasikan gerakan itu antara lain; Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), Paguyuban Marga Tionghoa Surabaya, Kubaca, Kawan Baca, Insan Baca, Dewan Pendidikan, dan Dewan Kota. Kalangan kampus juga terlibat seperti ITS, Unair, dan Unesa.

Sementara ini, lahan seluas 2.500 meter persegi itu telah menampung  sekitar 35 pedagang buku. Gerai jualan buku juga masih sederhana.Tapi, sesuai rancangan DED (detail engineering design) yang matang, kata Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, nantinya akan menampung 113 PKL buku. Saat ini baru ada 56 PKL yang sudah membuka kiosnya.

Kampung Ilmu
Jl. Semarang No. 55 Surabaya
Telp: +62 (32) 5451359
Email: kampoeng_ilmu@yahoo.com
 

kirim komentar