• Majalah SCG
Komunitas / Kamis, 28/03/2013 14:12 WIB
Bis Memikat Komunitas

Sekilas unik, apanya yang menarik dengan menggemari bis, hingga menjadikannya hobi. Tapi bagi mereka itu bukan hal aneh, begitu tertariknya para peminat angkutan massal ini lalu menggagas aktivitas, berkumpul membangun persaudaraan dalam wadah komunitas para pecinta bis.

Komunitas Bismania (BMC) di tingkat nasional sudah berdiri sejak tahun 2006, sementara untuk koordinasi wilayah Jawa Timur, berdiri sekitar tahun 2008­ lalu. Komunitas ini berangkat dari kesamaan hal, yaitu kecintaan akan bis. Pesertanya terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga karyawan bahkan pensiunan.

Menjadikan yang awam jadi tahu, yang paham jadi lebih tahu, yang pinter harus cari tahu yang baru tentang bis. Demikian visi yang diemban oleh komunitas yang di seluruh Jawa Timur itu beranggotakan sekitar 100 orang. “Kalo anggota yang aktif dan biasa cangkrukan di air mancur Bungurasih hanya separuhnya,” papar Luis Wanda, Ketua Koordinator Bismania Community Wilayah Jawa Timur (Jatimers).

Komunitas Bismania sudah berskala nasional. Komunitas sudah mempunyai AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) organisasi. Bahkan eksistensi komunitas ini sudah legal terbukti dengan diterimanya Paten dari Kementrian Hukum dan HAM RI, nomor Reg. J002010046801. Kabarnya segala sudah diatur dalam rapat kepengurusan di Pusat, Jakarta. Termasuk apa dan bagaimana bila bergabung menjadi anggota komunitas. Beberapa rangkaian acara juga rutin dilaksanakan, seperti Musyawarah Nasional, hingga Jambore.

“Organisasi ini bersifat terbuka, artinya siapa saja bisa bergabung, sejauh mempunyai kegemaran yang sama terhadap bis. Tidak ada biaya, gratis, kalaupun ada bersifat ala kadar atau seikhlasnya,” ungkap Luis saat kumpul-kumpul di sekitar air mancur kawasan Terminal Purabaya.

KopDar & TTM

Banyak aktivitas yang dilakukan, dan sangat beragam. Aktivitas internal adalah kumpul-kumpul, biasanya di sekitar Air mancur dalam kawasan Terminal Purabaya. Ajang ini merupakan wadah saling berbagi pengetahuan dan pangalaman seputar dunia bis. Banyak yang dicermati, dari kendaraan penumpang massal ini. Mulai dari body, baik interior maupun eksterior, mesin, hingga pengelolaan dari perusahaan otobis baik lama maupun baru.

“Tidak heran bila para penggemar bis ini sangat paham jenis atau tipe mesin, body, detil interior dan eksterior, jadwal hingga harga tiket. Mereka ada yang hafal, pada rute tertentu di titik mana saja bis berhenti, bahkan makanan apa saja yang enak di tempat tersebut,” tutur Luis, yang tercatat sebagai karyawan di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.

Ketika ditanya sampai di mana rute terjauh yang telah dijelajah, Luis mengaku telah naik bis ke arah Indonesia Timur hingga daerah Laboan Bajo. Sedangkan ke Barah Indonesia sudah sampai Aceh. “Semua saya lakoni dengan naik-turun dari bis yang satu ke bis yang lain,” tegasnya. Selain itu banyak pengalaman unik telah dialami oleh para anggota BMC selama melakukan touring, istilah mereka untuk perjalanan naik bis.

“BMC juga kerap melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan otobis yang ada,” imbuh Wayan Shindu, koordinator Kegiatan BMC Jatimers. Dengan bertemu pengelola perusahaan otobis, menurut mereka banyak manfaat yang bisa di dapat. Kontribusi untuk perusahaan otobis sendiri, adalah memberikan masukan dalam hal pelayanan, peranti keselamatan, dan lainnya. Demikian juga berfungsi sebaliknya.

Komunitas mengaku siap untuk menjadi perpanjangan masyarkat, bila memang diinginkan, untuk menyampaikan keluhan kepada pihak pengelola bis. “Untuk tujuan itulah, kamu selalu menjaga peran kami untuk selalu obyektif. Kami tidak mau dimuati kepentingan tertentu,” tegas Wayan, diamini Luis.

Bagi masyarakat yang membutuhkan segala informasi seputar dunia bis, bisa menghubungi kawan-kawan BMC. Berkunjung ke website www.bismania.org, kirim email ke bismaniacommunity@yahoo.co.id, bisa pula bergabung di milis; Bismania@yahoogroups.com, atau akun facebook; Cangkrukan Air Mancur Bungurasih. Atau kontak langsung dengan Luis Wanda di nomor 085732686333.

Kabarnya BMC Jatimers, mempunyai tantangan tersendiri. “Para pengemudi bis di Jawa Timur sudah terkenal dengan istilah Aggressive Driving. Hal ini pula yang turut menjadi tanggung jawab para anggota Bismania, berupaya untuk merubah kesan tersebut menjadi Defence Driving,” urai Luis lagi. Upayanya dengan mengingatkan para pengemudi, mengajak ngobrol, bahkan memijati pundak sang sopir bila perlu, setiap kali mereka turut dalam suatu trayek bis.

Agenda kegiatan BMC Jatimers, setidaknya bertemu setiap 2 bulan sekali, mereka menyebutnya Kopdar (Kopi Darat) tempatnya pun bergantian alias keliling dari satu daerah ke daerah yang lain. “Kegiatan komunitas yang lain adalah berupa CSR; bagi-bagi ta’jil di Bulan Puasa, Bakti Sosial terhadap korban letusan Gunung Merapi, membantu petugas ketika musim Mudik Lebaran, juga melakukan Lawatan antar Korwil, dan lainnya,” terang Wayan lagi.

“Kalau yang paling sering dilakukan adalah TTM (Touring Tengah Malam). Pesiar bareng-bareng naik bis, setelah sampai di tujuan turun, lalu kembali pulang. Semangat dari semua kegiatan tersebut adalah Kekeluargaan,” pungkasnya. Bagi anggota, setiap kali melakukan perjalanan biasanya membuat Catatan Perjalanan. Kemudian di- sharing dimuat di website mereka. Untuk menggairahkan semangat bagi para anggota, dalam komunitas kerap dilakukan beberapa lomba, seperti lomba desain bis. Mau tahu siapa juaranya, seorang anggota BMC Jatimers, hebat…

kirim komentar

komentar

Abdul latief

Jumat, 03/01/2014 20:35 WIB

Pertama di Dunia, Buku yang ditulis di Bus Kota dengan menggunakan Smartphone.   Judul Buku          : DIARYBERRY; Kisah Inspirasi Sehari-hari. Penulis                 : Abdul Latief  Dapatkan di toko buku Gramedia, Rp.40.000,