• Majalah SCG
Rona Kota / Jumat, 21/06/2013 15:17 WIB
Waspadai Perangkap Franchise

Bisnis franchise di Indonesia terus bertebaran. Rasanya, pemilik usaha belum tenang dan puas bila bisnisnya belum diwaralabakan. Hal itu dikatakan Utomo Njoto, konsultan franchise, dalam acara Kupas Bisnis bertajuk Meraup Untung dari Bisnis Franchise di Spazio 2nd floor, Rabu (19/6).

Dikatakan, bisnis franchise sebenarnya bisnis untuk berbagi risiko dengan para investor. Keuntungannya, manajemen dan sistem bisnis biasanya sudah tertata, ada pelatihan bagi SDM, dan risiko-risikonya sudah dihitung sejak awal.

“Tapi bukan berarti investor tinggal duduk manis lalu menerima keuntungan, tanpa perlu mengerti bagaimana bisnis waralabanya dijalankan,” tegasnya. Investor, tambahnya, yang ingin cepat kaya, atau cepat puas dengan waralabanya yang sudah berjalan lancar, tetap harus hati-hati agar tidak terperangkap ancaman bangkrut.

“Dengan sistem franchise mungkin sebuah bisnis cepat berkembang. Tapi jangan lupa, banyak pula bisnis franchise yang bangkrut dan gulung tikar,” tukasnya.

Selain Utomo Njoto, Kupas Bisnis kali ini juga menghadirkan pembicara Kresnayana Yahya, dan beberapa pelaku bisnis franchise seperti pemilik Air Minum Biru, Rumah Warna, Black Canyon Caffe, dan lainnya. cus

 

kirim komentar