• Majalah SCG
  • Majalah SCG
Komunitas / Senin, 25/02/2013 10:35 WIB
Keluarga VW, dan VW Keluarga

Volkswagen (VW), kata ini secara otomatis menggiring bayangan kita ke mobil unik menyerupai bentuk Kumbang (Beetle). Bentuk streamline yang diadopsi dari alam inilah yang menjadi persepsi sang penggagas ide, Adolf Hitler, di masa itu, kemudian dia juga merancang sketsa bentuk Kodok yang konon mulai diproduksi sekira tahun 1939. Melihat usia, memang cukup tua. Namun jangan salah penggemarnya dari masa ke masa tak pernah putus. Sebut saja komunitas yang Surabaya City Guide (SCG) temui di pertengahan Pebruari lalu.

Komunitas ini embrionya memang berasal dari kota Sidoajo, walau anggotanya yang kini sudah lebih dari 60 orang itu tersebar di berbagai kota di Jawa Timur. Lahir dari pecahan sebuah klab VW yang sebelumnya ada. Membangun klab baru dengan nama Komunitas Volkswagen Sidoarjo, disingkat KVSda.

Lalu apa hubungan Volkswagen dengan Keluarga, seperti yang tersurat pada judul tulisan ini? Cukup banyak komunitas otomotif, termasuk komunitas penggemar mobil jenis volkswagen. “Kegemaran terhadap VW bak paparan virus,” sergah Sigit Prasetyadi, ketua Umum KVSda. Virus itu perlahan menelusup ke dalam bagian-bagian halus dalam tubuh. Terus menjalar hingga sampai ke otak dan hati. Virus itu akan terus menggerayangi hingga terwujud hasrat menghadirkan unit vw di depan mata. Alhasil, mendorong keinginan untuk memiliki mobil VW.

Komunitas VW yang satu ini memiliki perbedaan dengan komunitas otomotif lainnya. “Perbedaannya pada atmosfir kekeluargaan yang dibangun dan dijaga utuh. Keluarga menjadi pusat segala rencana dan kegiatan. Sehingga tidak salah bila kemudian muncul motto: Keluarga untuk VW, dan VW untuk kekuarga,” jelas Abdul Muid, ketua harian, kepada SCG.

Komunitas yang setiap malam Minggu, mulai pukul 20.00 WIB itu kumpul bareng di depan monumen PONTI, depan GOR Sidoarjo, telah melakukan banyak kegiatan bersama. Komunitas yang usianya belum genap 2 tahun itu juga punya agenda rutin pertemuan, bulanan. Pada minggu kedua dilakukan pertemuan rutin. Macam-macam yang dibahas, mulai rencana-rencana kegiatan, bhakti sosial, touring, dan tak kalah rajin para ibu-ibu mengadakan arisan.

“VW itu hanya media untuk mengikat jalinan kekeluargaan di antara anggota, bahkan dalam skala luas, nasional misalnya,” tambah Haddy Handratno, sekretaris KVSda. Komunitas ini resmi berdiri pada 11-09-2011. Dengan komitmen kuat, komunitas ini secara resmi mendaftarkan diri ke hadapan notaris, dan memiliki akta pendirian komunitas no 06 tanggal 05 Oktober 2011.

Maka tak heran bila KVSda juga memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Tumah Tangga (AD/ART) komunitas. “Ada lagi, komunitas ini adalah satu-satunya komunitas yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),” tegas Haddy. Komunitas ini juga berada di bawah induk organisasi otomotif Indonesia, yaitu IMI (Ikatan Motor Indonesia).

Anggota KVSda kini sudah 69 orang yang terdaftar, dengan lebih dari 100 unit mobil VW dengan beragam variant. Anggota KVSda terdiri dari semua elemen masyarakat. Dari PNS hingga pengusaha, pelajar hingga ibu rumah tangga, dari karyawan sampai anggota Dewan. Kebanyakan, masing-masing anggota memiliki lebih dari satu unit VW. Dan masing-masing memiliki kode atau nomor ID masing-masing mobil.

Tahukah Anda bila penggemar VW itu bisa dikata mereka adalah pribadi yang nyentrik tapi sangat beretika? Lebih lengkap tentang mereka bisa dibaca di free magazine Surabaya City Guide edisi Maret 2013. Atau bisa dinikmati juga e-magz SCG di website ini.

kirim komentar

komentar

Capil

Senin, 04/03/2013 23:17 WIB

Mantaf bro.. Lanjutkan tetep kompak internal dan eksternal #VW4Friendship :) bravo KVSda

Terimakasih atensinya.