• Majalah SCG
Kelana Kota / Senin, 04/03/2013 11:38 WIB
Cara Sederhana Membuat Anggaran

Sering merasa gaji tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mungkin penyebabnya karena tidak tahu cara mengatur anggaran dengan bijak. Banyak orang yang pusing setiap tanggal tua dan bingung mencari cara untuk menutupi semua biaya kebutuhan dan ujung-ujungnya malah berhutang. Kebiasaan berhutang, kecuali untuk kondisi sangat darurat, sangat tidak dianjurkan. Sekarang, waktunya mulai membuat anggaran untuk setiap bulannya. Lalu, bagaimana cara sederhana untuk membuat anggaran?

Sesederhana apapun, mengatur keuangan itu sangat penting agar tidak selalu timbul masalah di tanggal tua. Sayangnya, kebanyakan kita merasa tidak perlu membuatnya, atau karena merasa sulit dan tidak tahu cara membuatnya.

Cara mengelola keuangan tanpa memperhatikan anggaran yang tepat dan disiplin dalam menjalankannya, menjadi sebab kebobolan setiap bulannya. Agar cukup, seberapapun penghasilannya, pola anggaran harus disusun sedemikian rupa, menyesuaikan antara penghasilan dengan pengeluarannya. Disiplin dalam menjalankan pola anggaran yang telah disusun, sangat penting agar tidak sampai mengalami defisit.

Menyusun anggaran ini sama pentingnya antara keluarga maupun perusahaan. Pola yang digunakan juga mirip, menyangkut dua hal; anggaran operasional seharihari dan kebutuhan barangbarang modal. Alokasi biaya-biaya tak terduga juga mesti dianggarkan. Hanya saja cakupannya yang berbeda.

Penganggaran itu fungsinya untuk kontrol. Dalam hal pengeluaran harus ada batasnya, jangan sampai tak terkendali. Dan semua harus tercatat dengan rinci. Bila terjadi pengeluaran yang melebihi batas bisa diketahui pada pos mana dan siapa yang menghabiskan anggaran.

Di perusahaan, umumnya, membuat anggaran pada akhir tahun untuk pembiayaan tahun berikutnya. Yang pasti, dalam setahun ke depan harus tahu bagaimana target omsetnya, rencana investasinya, rencana profitnya, dan seterusnya. Anggaran itu semestinya bisa untuk direvisi atau dievaluasi bila asumsi-asumsi yang digunakan bergeser dari yang diproyeksikan.

Kiatnya, agar anggaran yang ditetapkan tidak mengalami defisit, antara lain; pertama, fokus pada kebutuhan lebih dulu, lalu sisanya digunakan untuk pengembangan-pengembangan. Jangan sampai ada yang penting dan butuh tidak terlaksanakan, tapi justru terjebak melakukan pengeluaran yang semestinya bisa dipending.

Kedua, harus tahu target perusahaan mau berkembang ke arah mana. Lalu untuk mengejar target pendapatan itu, apa yang harus dikeluarkan. Pengeluaran, kalau bisa dihemat, harus dipakai sehemat mungkin. Berbeda dengan penghasilan yang bisa digenjot tak terbatas.

Ingin mendalami soal bagaimana membuat anggaran, silakan membaca majalah SCG edisi Maret 2013.  Atau Anda bisa menjelajah website ini via e-magz SCG.

kirim komentar