• Majalah SCG
  • Majalah SCG
Komunitas / Rabu, 06/02/2013 16:20 WIB
Urai Kepribadian Dari Tulisan

Mungkin masih lekat di benak kita, ketika jaman dulu ada yang mengomentari tulisan tangan kita bak “Cakar Ayam.” Mungkin kita tidak ambil pusing dengan tulisan kita, toh yang penting bisa dibaca dan sekolah tetap lancar. Kalau pun menimbulkan efek, terutama bagi sang guru yang pasti pusing tujuh keliling membaca dan memahami tulisan kita.

Pernahkah terlintas di benak kita, bahwa dibalik makna dari rangkaian huruf yang tergores di atas kertas mampu mengungkap makna tersirat hal pribadi dengan lebih jujur. Konsistensi dari goresan tangan dalam tulisan-tulisan itu juga mampu mengurai masa lalu kita. Hingga mampu pula memberikan terapi untuk merencanakan masa depan sesuai harapan.

Kini sekelompok orang telah menekuni keahlian membaca tulisan. Komunitas GraphoTips, satu dari sekian kelompok itu. Mereka bersama menekuni ilmu Grafologi, sesuai dengan visi dan kepentingan masing-masing. Komunitas ini diakui memang berawal dari Surabaya. Berdiri sekitar bulan Agustus 2009 silam. Komunitas ini sekarang sudah tersebar di Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta, yang kini justru dijadikan kantor pusatnya.

“Mulanya saya belajar grafologi kepada Pak. Bayu Ludvianto,” kisah Radhitya Mawardani, koordinator GraphoTips. Bayu Ludvianto yang dimaksud Dhita, panggilan akrab Radhitya Mawardani, adalah seorang pegiat dan penulis buku Analisis Tulisan Tangan.

Seiring perjalanan waktu, kian banyak menarik minat masyarakat. “Dulu kami sering keliling dari kota yang satu ke kota yang lain. Menggelar mini workshop,” ujar Dhita. Hingga kini, mereka yang sudah pernah mengikuti workshop analisis tulisan tangan ini sudah ribuan jumlahnya. Bahkan kini sudah ada level berjenjang yang bisa diikuti oleh peserta.
“Mulai dari basic hingga advance. Bila di tingkat dasar minimal mampu menganalisis tulisan tangan dengan menggunakan 11 hal yang berkaitan dengan tulisan. Di tingkat advance, akan dilatih mampu menganalisis dan mencermati tulisan dalam 250 hal berbeda,” urai Dhita.

11 hal utama yang cukup perlu dipahami, sebagai berikut:
1. Margin atau Jarak pingiran tulisan, 2. Spasi atau jarak antarkata atau baris tulisan, 3. Baseline atau garis dasar tulisan, 4. Size atau ukuran tulisan, 5. Tekanan penulisan, 6. Zona penulisan, 7. Kemiringan tulisan, 8. Tipe tulisan, 9. Kecepatan penulisan, 10. Huruf-huruf unik, 11. Tanda tangan

Konon, setiap variasi itu memiliki makna yang terkait erat dengan apa yang ada di alam bawah sadar. Setelah mengetahui hal itu, selanjutnya melangkah pada terapi untuk menuju pada harapan dari masing-masing pribadi.
Komunitas ini kerap berkumpul minimal dalam rentang 2 bulan sekali. Yaitu ketika di Surabaya digelar seminar atau mini workshop. Meski tak banyak yang bergabung, antara 15-20 orang, namun menurut Dhita itu cukup efektif untuk saling sharing pengalaman dan pengetahuan.

Latar belakang mereka beragam, ada yang mahasiswa, ibu rumah tangga, karyawan, hingga pengusaha. Adakalanya mereka juga berkumpul, atas latar kepentingan komersial, misalnya komunitas ini mendapat proyek. Tentu saja jasa yang berkaitan dengan keahlian mereka bidang grafologi yang sangat dekat dengan disiplin ilmu Psikologi.

Ternyata, ada tipe orang yang takut sukses. Benarkah? Kalau penasaran simak tulisan lengkapnya di majalah Surabaya City Guide (SCG) edisi Pebruari 2013. Bisa juga dengan mengakses versi e-magz di website www.surabayacityguide.co.id.
 

kirim komentar

komentar

Suhendy

Kamis, 24/10/2013 08:45 WIB

Setelah saya membuka website seperti yang telah diinformasikan, saya belum menemukan komunitas GraphoTips. Mohon bantuannya. Terima kasih.

Anda bisa menghubungi Dhita (koordinatornya) di nomor: 081332910102. Terimakasih

fima

Minggu, 07/04/2013 19:48 WIB

Alamat n nama komunitasx apa?? Bagaimana caranya untuk bisa menjadi anggota??

Namanya Komunitas GraphoTips, info lengkapnya ada di majalah Surabaya City Guide (SCG) edisi Pebruari 2013. Bisa juga dengan mengakses versi e-magz di website www.surabayacityguide.co.id