• Majalah SCG
Ternyata / Jumat, 03/05/2013 11:04 WIB
Kampung Ilmu

Pusat jualan buku bekas legendaris di sepanjang Jalan Semarang telah direlokasi dalam satu tempat di Jalan Semarang 37 Surabaya. Tempat  itupun diberi nama yang lebih mencerdaskan yaitu Kampoeng Ilmu. Tidak hanya menjual buku bekas, lokasi ini pun nantinya akan ditata menjadi obyek wisata pendidikan alternatif bagi warga Kota Surabaya.

Berbagai aktivitas berkenaan dengan dunia pendidikan akan senantiasa mewarnai Kampoeng Ilmu. Konsep wisata pendidikan yang akan dikembangkan di tempat ini meliputi tiga unsur, yakni pendidikan, budaya, ekonomi, dan sosial. Unsur pendidikan mencakup kegiatan seperti kursus gratis, diskusi, pelatihan, taman baca, bedah buku, cerdas cermat, pemutaran film dan lomba baca tulis.

Unsur budaya antara lain galeri seni rupa, pengajian umum, dan pentas seni. Unsur sosial meliputi sarana olahraga, pengobatan gratis, taman bermain, pendopo serbaguna, kerja bakti, dan donor darah. Sementara unsur ekonomi mencakup peningkatan daya beli buku,  terciptanya lapangan pekerjaan, peningkatan devisa, pasar tradisional buku dan koperasi.

Budi Santoso, kordinator pedagang buku di Kampoeng Ilmu, berharap dengan berbagai fasilitas yang ada jumlah pengunjung lebih meningkat. Harapan itu tampaknya bukan bertempuk sebelah tangan. Sebab, setidaknya ada sepuluh stakeholder yang peduli dengan gerakan Surabaya Bangkit Membaca. Sepuluh elemen yang mendeklarasikan gerakan itu antara lain; Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), Paguyuban Marga Tionghoa Surabaya, Kubaca, Kawan Baca, Insan Baca, Dewan Pendidikan, dan Dewan Kota. Kalangan kampus juga terlibat seperti ITS, Unair, dan Unesa.     

Lahan seluas 2.500 meter persegi itu rencana mampu menampung sekitar 113 PKL buku. Saat ini baru ada 56 PKL yang sudah membuka kiosnya. Pemerintah Kota Surabaya akan terus berupaya mempercantik dan melengkapi fasilitas penunjang, seperti perpustakaan, ruang belajar terbuka atau ruang serbaguna, ruang seni, kantor administrasi, kafetaria, dan area parkir. Dengan demikian, Kampoeng Ilmu benar-benar bisa menjadi ikon tempat bacaan yang murah bagi warga kota Surabaya.

kirim komentar