• Majalah SCG
  • Majalah SCG
Kelana Kota / Jumat, 01/02/2013 13:39 WIB
MENINGKATKAN ETOS KERJA


Tercapainya tujuan perusahaan, diantaranya tergantung pada etos kerja yang dimiliki para karyawan. Tujuan perusahaan bisa tercapai maksimal, membutuhkan karyawan yang punya etos kerja tinggi. Pemahaman perusahaan dan karyawan tentang karakteristik pekerjaan sangat penting untuk meningkatkan etos kerja karyawan. Kalau etos kerja bisa dipahami bersama maka target berikutnya adalah bagaimana bisa mencapai tujuan perusahaan secara maksimal. Di setiap negara, untuk melihat bagaimana masyarakatnya bekerja dan mencapai tingkatan ekonomi tertentu, bisa dilihat dari etos kerja masyarakatnya. Kita juga bisa melihat bagaimana produkproduk negara luar yang masuk ke negara kita, kalau produknya berkualitas, maka etos kerja di negara itu bisa dinilai baik.

Nah, bagaimana di Indonesia? Seberapa banyak produk-produk Indonesia yang bisa memberi nilai tambah untuk negara-negara lain. Cukup banyak sebenarnya. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa masih ada banyak persoalan yang menyelimuti tenaga kerja atau karyawan kita. Kita penting melihat persoalan itu dari problem etos kerja yang kita miliki. Etos kerja bisa dipengaruhi oleh banyak hal, seperti budaya, sistem yang berlaku, bisa pula terkait dengan kondisi demografis. Misal, bisa jadi di sebuah negara yang kondisi demografisnya kurang menguntungkan, etos kerjanya lebih baik dan lebih tinggi daripada negara yang gemah ripah loh jinawi.

Budaya juga memiliki pengaruh terhadap pembentukan etos kerja. Lihat misalnya Indonesia dibanding dengan Vietnam, Singapura, India, dan China, memiliki banyak perbedaan yang signifikan. Indonesia lebih banyak belajar kepada negaranegara itu, meski mereka juga belajar kepada kita. Membincang etos kerja memang menggentarkan karena ini menyangkut spirit yang idealis. Konkritnya, kita bisa menimbang pada lima hal. Pertama, bagaimana seseorang itu bekerja bisa enggages terhadap visi-misi perusahaan, teman-temannya, pekerjaannya, dan dirinya sendiri dan keluarganya. Kalau itu terjadi, maka seseorang di perusahaan itu bisa memiliki mental model bahwa seorang karyawan merasa mau all out bekerja untuk perusahaannya. Kedua, total. Berapa banyak orang yang ketika bekerja suam-suam kuku, tidak total.

Bekerja total all out itu didasari pemikiran bahwa kerja itu amanah. Kalau sudah merasa amanah, pekerjaannya akan connected dengan lainnya, terkait dengan orang lainnya. Nilai-nilai etos kerja yang harus dijadikan navigator sukses sepanjang perjalanan hidup dengan ketulusan hati. Ingin tahu tentang nilai-nilai etos kerja tersebut? Silahkan baca di Majalah Surabaya City Guide Edisi Desember 2012. Anda juga bisa mengakses e-Magz di halaman muka website ini.

kirim komentar