• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Kuliner / Selasa, 06/05/2014 17:10 WIB
Spesial Sambal

Sambal sudah lama jadi teman pelengkap masakan. Sebagian orang menggap menikmati suatu makanan kurang lengkap jika tidak ada sambal. Di Indonesia terdapat aneka sambal, tiap daerah memiliki khas sambal sendiri. Pulau Jawa siapa yang tidak mengenal terasi, olahan yang berbahan dasar udang rebon ini mempunyai aroma dan rasa yang khas. Sambal Terasi sudah banyak mengambil hati, dan mampu menjadi candu sebagian lidah yang gemar dengan makanan pedas.

Melihat peluang kegemaran masyarakat menikmati makanan pedas ini, Yoyok Heriwahyono membuka usaha dengan brand “Waroeng SS”. Waroeng Spesial Sambel (Waroeng SS) ini awal buka pada agustus 2002 lalu, berwujud warung tenda kaki lima di Jl.Kaliurang sebelah barat Graha Sabha Pramana UGM Yogyakarta. Kini Waroeng SS sudah memiliki 63 cabang yang tersebar di Jawa dan Bali.

Waroeng SS membuka cabang baru di Kota Surabaya. Pada 15 Mei 2012 Bertempat di Jl.Arjuna Raya Gg.Merapi No. 12-14, Sawahan. Memasuki kawasan Gang merapi dari Jl. Arjuno, di kanan jalan terlihat banyak mobil ramai antri mencari tempat parkir. Disana terlihat rumah berarsitektur klasik dengan cat kuning gading, dan bertuliskan “Waroeng SS”.

Memasuki Waroeng SS terlihat banyak pernak-pernik bergaya jawa. Terlihat lalu lalang pelayanan yang mengantarkan pesanan. Waroeng SS tidak pernah sepi pengunjung, terkadang harus sabar mengantri untuk bisa dapat tempat duduk.

32 jenis sambal yang ditawarkan dengan tingkat kepedasan yang beragam. Dari 2 cabe sampai cabai sesuai pesanan. Sambal terasi mentah jadi primadona disini. Rasa sambal khas jawa tengahan yang manis, gurih, pedas, dan aroma khas terasi. Dinikmati dengan nasi hangat dan lalapan membuat tidak ingin berhenti untuk makan.

Selain sambal terasi, sambal bawang juga banyak dicari konsumen. Sambal yang terbuat dari bawang putih dengan cabe ini mempunyai aroma khas bawang. Pedas, dan gurih sambal bawang meski dinikmati dengan nasi putih saja tidak mengurangi selera makan. Menu sambal lain yang ditawarkan disini antara lain sambal terong,belut, tempe, rempelo ati, mangga muda, wader, jamur dan masih banyak lainnya.

Menurut Achmad Christian, Asisten Kepala Warung “Memang semua masakan disini khususnya sambal di olah saat ada yang pesan saja. Selain untuk menjaga kualitas dan rasa, memang itu ciri khas tempat makan kami. Tidak jarang pengunjung yang marah-marah kepada kami, karena lambannya pelayanan, tapi kami kasih pengertian kepada mereka. Hampir semua pengunjung yang pernah marah-marah kembali lagi.”

Informasi lengkap seputar serba sambal selengkapnya bisa dibaca di Majalah SCG Edisi Mei 2014, atau versi e-magz di sini. (Foto: A. Kusnanto/ M-Comm)
 

kirim komentar