• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Kuliner / Sabtu, 29/03/2014 12:31 WIB
Jajanan Ketan tak Lekang Jaman

Ketan kerap jadi label jajanan kuno dan ndeso. Tidak banyak restoran atau kafe yang menyajikan ketan sebagai menu utama. Bagi pecinta ketan biasanya untuk mendapatkannya harus memasuki kawasan pasar tradisional.

Di Surabaya bisnis kuliner makin marak dan bervariasi. Surabaya Timur, khususnya wilayah Rungkut, belakangan menjamur bisnis kuliner. Salah satu  tempat nongkrong yang menarik perhatian, Omah Ketan. Mengusung konsep kedai tradisonal minimalis, dengan didominasi warna hijau, mampu memikat orang yang melintas.

Memasuki ruangan, pengunjung akan disambut furnitur kayu bergaya vintage, dan foto-foto menu yang dibingkai menarik. Omah Ketan menawarkan olahan ketan, layaknya banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional. Namun dengan tambahan kreasi aneka topping. Banyak pilihan topping yang unik, dan mungkin tidak dijumpai di tempat lain. Sebut saja ketan ayam pedas, kreasi  Ade Herawati ini mempunyai daya tarik sendiri. Ketan yang punel, ditaburi suwiran daging ayam berasa pedas, manis, dan gurih, cocok dinikmati bersama secangkir wedang ronde.

Susu Tante (Ketan Susu Enak) menu lain yang menjadi favorit pelanggan. Ketan disiram saus susu yang diatasnya ditaburi parutan keju. Pilihan camilan pas untuk menghabiskan waktu bersama kawan atau keluarga. Ketan durian, ketan coklat-keju, ketan srikaya, ketan sosis keju, ketan es krim, dan masih banyak lagi. Selain menu ketan, Omah Ketan juga menyuguhkan Pisang dan Roti Bakar aneka topping.

Lebih lengkap tulisan tentang jajanan ketan yang di sajikan Omah Ketan, bisa dibaca di Majalah SCG edisi April 2014. bisa juga dengan mengunduh e-magz Majalah SCG di www.majalahscg.com (Foto-foto: Anna & Ist)

kirim komentar