• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Kuliner / Senin, 03/03/2014 12:42 WIB
Es Duren Obat Kangen

Walau masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Es Duren (Durian), sebenarnya sajian pelepas dahaga yang satu ini adalah Es Degan plus Duren. Dalam mangkok ukuran sedang, disajikan bersama es serut dan sirup gula. Bayangkan rasa manis gula dan legit rasa duren, berpadu dengan renyah-kenyal kelapa muda.

Bagi masyarakat Kota Mojokerto, mendengar nama es duren bukan hal asing. Tidak demikian bagi masyarakat luar kota, seperti halnya Majalah SCG kala coba menemukan warung Es Duren Pak Trimo. Setelah beberapa kali bertanya lokasi warung, akhirnya sampai juga ke alamat, Jalan Gajah Mada nomor 49.

Es Duren Pak Trimo, kabarnya sudah ada sejak tahun 1967. Pertama kali ditekuni oleh Pak Trimo sendiri. “Pertama kali berjualan di Jalan Taman Siswa (depan Lembaga Pemasyarakatan Mojokerto), di sana selama 35 tahun Bapak berjualan es,” kisah Nur Hasan, putra ke 3, penerus usaha es duren itu.

Menurut pria 42 tahun ini, di Mojokerto ini tidak ada lagi penjual es duren. Di lokasi sekarang yang baru setahun ditempati itu, sebelumnya sempat 3 kali berpindah tempat. Pertama di jalan Taman Siswa, sekira 35 tahun, kemudian sempat pindah ke Jalan Letkol. Soemardjo, sekira 3 tahun. Sempat pindah berjualan di kediamannya (daerah Purwo Tengah), selama kurang-lebih 15 tahun, dan akhirnya pindah lagi ketempat yang sekarang.

Kata Nur Hasan, sirup merupakan keunggulan dari es miliknya. Dibuat sendiri di rumahnya. Bagi yang berminat bisa membeli sirup, yang konon tidak mengkristal tersebut, seharga 90 ribu rupiah per botol.

Untuk membaca tulisan Es Duren lebih lengkap, dapatkan Majalah SCG di pick-up point terdekat. Atau dengan mengunduh di sini. (Foto-foto: An. Kusnanto/M-Comm)

kirim komentar