• Majalah SCG
  • Majalah SCG
Rona Kota / Rabu, 16/04/2014 15:14 WIB
Borneo Queen Juara Kartini Award 2014

Kartini Award adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada perempuan yang berhasil dibidangnya namun tetap menjujung kodrat dan sisi-sisi feminimisme. Rabu (16/04) Surabaya Plaza Hotel (SPH), kembali mengadakan Kartini Award. Acara yang konsisten mengappresiasi perempuan ini merupakan kali ke-19 sejak tahun 1995.

“Kita ingin memberikan penghargaan kepada para perempuan yang mempunyai keberanian, dan talenta khusus serta mengaplikasikannya dalam peluang bisnis yang menjajikan. Terutama di era pasar bebas tahun 2015 mendatang,” ungkap Hendrik Tamonsang, General Manager SPH.

SPH mengambil tema The Power Of Fashion untuk perhelatan Kartini Award 2014. SPH bersama FISIP Universitas Airlangga memilih perempuan yang memiliki kriteria utama yang aktif di dunia fashion, unik, visioner, konsistensi, serta profesional. “Fashion adalah identitas, fashion juga merupakan karakter yang muncul dan dimaknai dengan sejuta pesan,” kata Tri Wahyu Utami, Penanggung jawab Kartini Award 2014.

30 peserta dari beberapa kota besar di Indonesia. Tersaring menjadi 10 perempaun yang memenuhi kriteria para juri. Kesepuluh nominator diseleksi kembali menjadi 3 juara. Mereka yang terpilih adalah Ami Haritsah (pengamat fashion busana muslim), Syarifah Alliyah (Founder Pink Hijabers Community), dan Kiki Aprilia Adiwijaya (Perajin aksesoris hand made).

Dari tiga perempuan inspiratif tersebut terpilih sebagai juara 1 Kartini Award 2014 adalah Kiki Aprilia Adiwijaya. Seorang ibu 2 putra asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini, merupakan perajin aksesoris, pengajar pada jewellrylesson.com, juga sering mengisi workshop aksesoris berbahan kawat. Kreatifitasnya di buktikan dalam karya yang berlabel Borneo Queen. Konsistensi dan usaha yang tinggi mampu membawa Borneo Queen berkembang menjadi lebih besar hingga namanya ke seluruh nusantara.(Foto: An. Kusnanto/M-Comm)

kirim komentar