• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Khas Surabaya / Selasa, 06/05/2014 12:53 WIB
7 Kedai Kopi Eksotik

Masih ingat Ben's Perfecto dalam buku Filosofi Kopi Dewi Lestari? Ia adalah racikan kopi yang berhasil memenangkan taruhan senilai Rp 50 juta. Racikan itu melalui uji coba berminggu-minggu hingga akhirnya tercipta Ben's Perfecto yang bermakna sukses adalah wujud kesempurnaan hidup.
Kopi telah disemati dengan sebuah filosofi yang dalam. Kopi bukanlah sekadar minuman, tapi kopi memiliki arti yang dalam. Kopi telah mengalami perluasan makna. Ngopi bukanlah sekadar minum kopi. Ngopi telah nge-blend dengan gaya hidup, nilai-nilai, dan bisnis.
Ada banyak cafe di Surabaya, yang seluruhnya menunjukkan fenomena yang sama. Cafe atau kedai kopi telah menjelma menjadi tempat untuk menampung dan menegaskan sebuah entitas dan identitas baru masyarakat kota. Tampilan cafe, gerai, atau kedai kopi didisain dengan konsep-konsep tertentu sebagai label yang sekaligus menjadi kebanggaan bagi para pelanggannya, baik personal, institusi, maupun komunitas.
Beberapa cafe yang diangkat dalam liputan khas majalah SCG ini, sedikit banyak menegaskan sebuah arti, makna, dan definisi baru dari sebuah kopi dan cafe shop.

Excelso
Cafe yang sangat memperhatikan proses racikan kopi untuk menjaga citarasa. Menikmati kopi adalah tradisi lama yang dibawa dari benua Eropa. Seiring berjalannya waktu tradisi minum kopi semakin berkembang. Bukan sekadar menikmati rasa kopi, tradisi minum kopi sekarang ini sering dijadikan ajang berkumpul dengan kerabat atau kolega bisnis. Keberadaan cafe akhir-akhir ini makin marak, saling bersaing menawarkan aneka olahan kopi.
Salah satu kedai kopi yang tetap eksis hingga saat ini adalah Excelso. Cafe yang buka sejak 1991 ini mudah ditemui di pusat perbelanjaan. Mengusung suasana cozy dan pelayanan yang cekatan menjadi daya tarik bagi penikmat kopi. Seperti gerai Excelso yang berada di East Cost Centre ini. Cafe dua lantai ini berada di tempat yang strategis sehingga kerap dijadikan tempat berkumpul beberapa komunitas. Komunitas sepeda kerap menjadikan cafe ini sebagai ajang berkumpul dan menikmati menu yang dihidangkan.

Bangi Kopitiam
Kedai kopi yang nyaman untuk belajar bersama. Metamorfosis kedai kopi menjadi cafe yang lebih modern dan nyaman sedang trend saat ini. Kopitiam adalah sebutan untuk kedai kopi bagi warga melayu. Teh tarik dan kopi tarik merupakan ciri khas minuman kopitiam. Salah satu tempat pilihan untuk menikmati kopi dan teh tarik, Anda bisa memilih Bangi Kopitiam.
Cafe di Jl Walikota Mustajab no. 41 Surabaya ini tergolong luas. Ada area outdor yang nyaman nan asri, jika Anda tidak ingin merasa terganggu dengan asap rokok. Sementara area indoor menyuguhkan kenyamanan yang juga memuaskan.

Killiney Kopitiam
Kedai kopi dengan citarasa tarik. Bila Anda berjalan-jalan di Killiney Road di Singapura, Anda akan menjumpai kedai-kedai kopi bertebaran di sepanjang jalan itu. Ukurannya tidak besar, hanya untuk beberapa penggemar kopi. Suasana seperti itu kemudian menyebar hingga ke kota-kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya.
Sekurang-kurangnya ada 4 kedai kopi Killiney Kopitiam di Surabaya. Kedai kopi hasil franchise asal Singapura ini menyodorkan konsep tradisional. Mulai dari racikan kopinya hingga interior dan eksterior kedai yang unik dan khas. Racikan kopinya dikerjakan secara tradisional melalui proses tarik, bukan menggunakan mesin kopi.

Rollaas Coffee & Tea
Ajakan minum kopi tak sekedar memuaskan hasrat nyeruput kopi. Pun sebagai ajang komunikasi intim personal dengan orientrasi luas. Bila Anda hendak mengunjungi sebuah café dan pertimbangan pilihan Anda adalah ingin menikmati kopi khas Indonesia, layak bila pilihan jatuh ke Rollaas Café.
Mengutamakan kualitas bahan baku di samping lokasi dan kualitas pelayanan adalah dasar layanan utama yang diterapkan manajemen Rollaas Café. Bahan baku utama diproduksi, yang dipakai di café Rollaas berasal dari perkebunan PTPN XII sendiri. Kopi, Teh, dan Strawberi adalah bahan baku utama yang dipasok dari perkebunan sendiri.

The Light Cup Café
The Light Cup (TLC) Cafe bukan sekedar tempat nyaman untuk disinggahi, hanya karena ingin menikmati menu makan dan minum yang ditawarkan. Melainkan juga sebagai tempat untuk saling bertukar pikiran, berkumpulnya komunitas, bahkan tidak sedikit dari kastamer yang sengaja datang untuk kepentingan tertentu seperti mengerjakan tugas-tugasnya di TLC Cafe.
Dari pertama kali orang melihat TLC identik dengan western cafe yang bernuansa recycle things (daur ulang). “Interior yang kami gunakan mempunyai 3 elemen dasar, yaitu tanah, kayu dan besi,” terang Pramuki Yunita Basuki, Event & Promotion TLC Cafe. Seperti bisa dilihat di TLC, warna tanah mendominasi dan furniture kayu serta besi menjadi perangkat pengisi interior yang artistik.

The Barista Coffee and Tea House
Jika Anda berkesempatan mengisi bahan bakar minyak di SPBU Jalan Raya Kayoon, singgahlah sebentar ke sebuah coffee shop bernama The Barista Coffee and Tea House yang berlokasi di lantai dua, tepatnya di jalan Kemiri yang masih satu area dengan SPBU ini.  
Menginjakkan kaki di The Barista, Anda pasti tak menyangka bisa menemukan tempat se-cozy ini di tengah ramainya arus lalu lintas yang padat. Disain ruangan yang simple dan sofa empuk yang nyaman, menjadikan tempat ini pas untuk para pecinta kopi bisa duduk santai sambil menikmati kopi dengan racikan istimewa. The Barista layaknya rumah kedua yang menyuguhkan kenyamanan prima, baik untuk keluarga atau pun relasi bisnis. The Barista juga memajang sederet media edukasi tentang dunia perkopian, yang bisa mengantar Anda ngopi tak hanya sekadar minum kopi.

Kofitien 88
Memasuki cafe Kofitien 88, Anda akan disambut sebuah gerai yang tetap mempertahanakan arsitektur bangunan lawas yang dipenuhi ornamen barang-barang kuno. Sambil ditemani alunan musik keroncong, seketika memunculkan kembali memori masa lalu.
“Konsep pecinan jaman dulu memang kami pertahankan, untuk menjaga ciri khas dari sebuah kopitiam,” ungkap Hans Sudarto, Manager Kofitien 88. Selain konsep yang menarik, rasa tetap menjadi modal utama yang dijaga cafe hingga saat ini. Kofitien 88 yang berada di Jl Jagalan no 88 Surabaya ini buka setiap hari kecuali hari besar.

Informasi lengkap seputar persepsi gerai kopi masa kini bisa diperoleh di Majalah SCG Edisi Mei 2014. Bisa juga mendapatkan tulisan lengkapnya di Majalah SCG versi E-Magz. (Foto-foto: A. Kusnanto/ M-Comm)
 

kirim komentar

komentar

mia

Rabu, 06/08/2014 11:47 WIB

Untuk Rollas Coffee & Tea juga The Light Cup Cafe alamatnya dimana?

Rollaas Cafe ada di Tunjungan Plasa, Sutos, dan City of Tomorrow. Sementara The Light Cup Cafe (TLC) ada di Surabaya Town Square (Sutos) dan The Square Siwalankerto. Semoga membantu

Tanaya

Jumat, 09/05/2014 11:27 WIB

Postingnya menarik, kebetulan papa saya juga pecinta kopi, menambah wawasan

Terimakasih telah berkunjung ke website Majalah SCG.