• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Khas Surabaya / Senin, 03/03/2014 13:20 WIB
11 Menu Legenda Hotel Berkelas

Kuliner tradisional adalah warisan budaya bangsa yang tetap memiliki penggemar. Anda menginap di hotel di Surabaya, masih kerap penasaran dengan kuliner khas Surabaya, meski menu sajian di hotel serba modern sudah tersedia. Anda masih ingin berkelana dan berwisata rasa di sudut-sudut kota.
Namun, hotel-hotel di Surabaya telah menangkap peluang ini dengan saksama. Kuliner tradisional yang tersebar dan mungkin terpinggirkan, dihadirkan ke resto-resto hotel menjadi menu unggulan. Sehingga, tamu hotel, wisatawan, atau pebisnis yang datang di Surabaya, serta merta bisa menikmati sajian kuliner tradisional di tempat mereka menginap, tanpa perlu repot keluar hotel.
Ada hotel yang menghadirkan kuliner khas Surabaya, seperti semanggi, rujak cingur dan seterusnya. Namun ada pula yang menyajikan kuliner khas daerah lain, yang merupakan warisan kuliner nusantara. Anda tinggal pilih mau menikmati kuliner tradisi yang mana. Majalah SCG menyuguhkan sebagian liputannya untuk Anda.

Soto Progo Grand Darmo

Angling Darmo Restaurant & Poolside satu dari sekian alternatif restoran yang menyediakan menu khas Surabaya. Restaurant yang berdiri sejak bulan Maret 2013 lalu ini, mengusung konsep klasik di indoor dan outdoor. “Dari beberapa menu khas Surabaya yang ada di Angling Darmo Restaurant, Soto Progo menu favorit di sini,” ujar Steviana tan, Manager Food & Beverage, Grand Darmo Suite Hotel.
Soto Progo sebenarnya soto ayam dengan kuah kental, dan taburan bubuk koya yang merupakan ciri khas Soto Lamongan. Kuah soto yang gurih dengan potongan daging Ayam, telur Ayam rebus, bihun, Kentang goreng. Tidak ketingalan Bawang goreng yang menebar wangi menggoda selera.

 

Lontong Pecel Swiss-Belinn Manyar

Swiss-Belinn Manyar, Surabaya memiliki konsep restoran yang unik. BaReLo, namanya. BaReLo merupakan kependekan dari Bar, Restoran, dan Lounge.  BaReLo di Swiss-Belinn Manyar, Surabaya terkenal dengan menu internasionalnya, namun juga menawarkan menu tradisional.
Pecel adalah salah satunya. Makanan khas asal Madiun ini banyak dipilih menjadi menu sarapan para tamu. Pecel di BaReLo bisa dinikmati dengan nasi atau lontong, dilengkapi sayuran segar dan kombinasi menu yang lengkap, makin menggoda selera. Rasa sambal pecel yang pedas dan manis, menjadi pilihan rasa yang tak terkira.

Rawon Kaki Kambing Bisanta Bidakara

Surabaya telah berkembang menjadi kota bisnis, sehingga kota ini sering dijadikan tempat pertemuan para pebisnis dari luar kota. Hotel pun menjadi tujuan para pebisnis, sebagai tempat yang nyaman, service yang baik, strategis, dan menyediakan masakan yang bercitarasa tinggi.
Hotel Bisanta Bidakara, misalnya, yang ada di Jl Tegalsari 77–85 Surabaya ini merupakan tempat yang strategis. Berada di daerah perkantoran dan dekat dengan pusat perbelanjaan, hotel Bisanta menjadi alternatif yang tepat. Hotel bintang tiga ini menawarkan kenyamanan layaknya seperti di rumah sendiri.

Semanggi Surabaya Plaza Hotel

Surabaya Plaza Hotel (SPH), satu dari sekian hotel bintang empat di Surabaya. Melengkapi pelayanan bagi pengunjung hotel, dengan menyajikan aneka menu unik yang kerap menjadi trend setter di kota ini. Sebut saja menu tradisional yang ada di Kartini Restoran. Menawarkan menu khas Surabaya seperti, Semanggi dan Rujak Cingur.
Dua menu ini yang paling dicari, terutama Semanggi Suroboyo. Semanggi memang makanan khas Surabaya, dan hanya di Surabaya bisa medapatkan kuliner ini. Semanggi sejenis tanaman perdu yang mudah ditemukan di sawah dan saluran irigrasi. Semanggi tumbuh subur di wilayah Benowo, Surabaya. Tumbuhan ini berasa manis, dan banyak mengandung serat. Di Surabaya semanggi biasa dijual dalam gendongan ibu-ibu, berkeliling keluar masuk kampung.

Nasi Goreng Buto Ijo Sahid Gunawangsa

Menu yang satu ini pastinya bukan untuk Anda yang selera makannya biasa-biasa saja. Ukuran porsinya di atas rata-rata, bahannya saja menggunakan 1 kilogram beras. Sensasi porsi jumbo inilah yang sedang gencar dipromosikan Orchid Restaurant di lantai 23 Hotel Sahid Gunawangsa.
Keunggulan nasi goreng ini bukan hanya dari porsinya, tapi juga warna dan bahan yang digunakan. Chef Adi menuturkan warna hijau yang digunakan berasal dari sari sayur sawi, dan lombok hijau. Nasi goreng hijau ini lalu dipadukan dengan aneka seafood, seperti irisan udang, kakap, cumi. “Nasi goreng umumnya hanya orak-arik telur dan irisan ayam,  di sini kami hadirkan sensasi seafood,” jelas Chef Adi.

Mie Ayam Prime Royal

Para pecinta kuliner Surabaya, untuk bisa menikmati hidangan all you can eat biasanya langsung tertuju ke restoran Jepang. Di Surabaya, ada Sarikaya restoran bertempat di Hotel Prime Royal, kawasan Surabaya pusat. Di resto ini, Anda bisa menikmati makanan tradisional all you can eat. Konsep food street diusung ke dalamnya, gerobak–gerobak makanan berjajar rapi siap menghidangkan menu tradisional.
Mulai dari gerobak sate, tahu campur, soto, mie ayam, dan rujak, bisa dinikmati semuanya. Restoran yang menyajikan menu tradisional berbeda tiap harinya ini buka 24 jam. Tetapi menu tradisionalnya tersaji mulai jam 18.00 – 22.00 wib.

Bebek Goreng Sambal Stroberi
Java Paragon Hotel and Residences

Ada dua menu istimewa dari Java Paragon Hotel and Residences di bulan Maret, yaitu Bebek Sambel Strawberry, dan Sup Iga Blimbing Wuluh. Dua menu ini bisa Anda nikmati di The Café saat makan siang maupun makan malam. Dyah Wahyu Utami, Public Relation Manager mengatakan kedua menu ini merupakan kreasi terbaru dari executive chef hotel Java Paragon. “Bebek goreng memang sangat populer di Surabaya, namun kami ingin menyajikan bebek dengan sambal yang berbeda,” kata Dyah.  
Untuk menu bebek goreng, menggunakan daging bebek peking, olahan dagingnya lebih tebal dan kulitnya lebih gurih. Tapi yang membuat istimewa adalah kreasi sambal stroberinya. Rasa sambalnya tak sekedar pedas namun ada semburat rasa asam segar. “Bebek sambal pencit mungkin sudah biasa ya, kalau bebek sambal stoberi  tidak terlalu asam tapi segar,” imbuh Dyah.

Tongseng Kambing Singgasana

Tongseng kambing dari Amandaru Restaurant Hotel Singgasana ini bisa dibilang tongseng premium, karena bahan yang digunakan adalah daging kambing impor. Menu unggulan ini menggunakan bagian paha kambing. Sajian ini full daging bebas tulang, sehingga penikmatnya dapat menyantap tanpa perlu memilah-milah daging dan tulang.
Alasan menggunakan daging impor asal Australia ini, menurut Chef Chevy, karena dagingnya bebas bau dan lebih empuk. “Daging kambing itu identik dengan bau prengus, kami tidak ingin mengecewakan penikmat kuliner daging kambing sehingga kami menyajikan yang terbaik dengan menggunakan daging impor,” paparnya.

Lontong Kikil Hotel Santika Jemursari

Kawasan Surabaya selatan terdapat hotel bintang tiga yang menyajikan menu khas Surabaya. Hotel Santika yang berada di jl. Jemur Sari no.258 mempunyai restoran yang berkonsep tradisional jawa. Sekarwangi restoran menyediakan aneka menu jawa timuran. Dalam satu hari bisa menyadiakan menu jawa timuran berbeda-beda. Salah satu menu favorit pengunjung adalah Lontong Kikil.
Lontong kikil berbahan dasar kaki sapi yang bisa dinikmati dengan lontong. Di hotel ini lontong kikil juga bisa dinikmati dengan kentang rebus. Pengolahan kikil yang direbus sampai 3 kali menjadi rahasia keempukannya. Potongan kikil sapi yang pas, memudahkan untuk memakannya. Karena sudah direbus tiga kali lemak dan aroma amis dari kikil berkurang. Kuah kikil yang bening, aroma rempah yang kuat menambah selera untuk menghabiskan satu porsi lontong kikil ini. Rasa yang gurih, dan tidak terlalu banyak lemak di kuahnya menjadikan kikil disini lebih sehat.

Sup Ayam Garden Palace

Soal makan jangan sekadar asal enak dan kenyang, tapi ada nilai plus-nya. Jadi pilihlah menu yang juga berkhasiat untuk kesehatan. Inilah sajian yang sedang dipromosikan oleh Hotel Garden Palace. Bertempat di Green House Kitchen Bistro, Anda bisa menikmati Sup Ayam Malaka mulai bulan Maret hingga April 2014.
Arryanto, Executive Chef, menuturkan alasan menciptakan menu ini karena makin tingginya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. “Masyarakat sekarang cenderung memilih menu yang sehat. Memenuhi permintaan itu kami menyediakan sajian Sup Ayam Malaka,” jelasnya.

Nasi Burung Puyuh Bakar
Mercure Hotels Grand Mirama

Buat Anda yang belum pernah menikmati olahan dari burung puyuh, Anda bisa menikmati sajian yang jarang ditemukan ini di Trimurti  Resto, yang berada di Mercure Hotels Grand Mirama Surabaya. Makanan yang tergolong menu rumahan ini menjadi hidangan mewah ditangan  Chef Loloh Priyogalih, Executive Chef hotel ini.
“Burung puyuh memang jarang digunakan sebagai menu makanan karena bahannya memang sulit,” jelas Chef Loloh. Mesti sulit, namun ini menjadi tantangan baginya untuk menyediakan menu ini sebagai menu andalan. “Dalam sehari tak kurang terjual 20-an porsi,” jelasnya.

Tulisan lengkap tentang menu tradisional kelas hotel berbintang, bisa dibaca di Majalah SCG, atau diunduh langsung di sini. (Foto: An.Kusnanto/Anna/Ist)

kirim komentar