• Majalah SCG
Ternyata / Selasa, 05/02/2013 14:35 WIB
Terlena Cappuccino …

Konon, asal nama cappuccino dari kata Capuchin (dalam bahasa Italia berarti; Topi kecil). Sajian cappucinno yang kita kenal sekarang ini mulai berkembang sejak tahun 1950-an. Secara tradisional cappuccino disajikan menggunakan cangkir yang terbuat dari porselen. Cangkir ini dipilih, karena memiliki sifat penahan panas yang baik dibanding gelas atau gelas kertas. Busa di atas cappucinno, kabarnya berperan mempertahankan panas lebih lama cairan di bawahnya.
Cappuccino mungkin bukan benda asing di telinga, terutama bagi mereka para penikmat kopi. Cappuccino merupakan minuman yang dibuat dengan mencampurkan espresso dengan susu panas, dan foam/busa sebagai toping. Kemudian diberi taburan coklat atau kayu manis bubuk di atasnya.
“Perbandingan espresso dan susunya adalah 50:50. Ini merupakan komposisi terbaik untuk satu cangkir espresso”, jelas Anton Sukamto, Store Manager Café Rollaas kepada Surabaya City Guide pada suatu kesempatan. Tekstur dan temperatur susu juga memegang peranan penting dalam pembuatan cappuccino.
Setelah tahu sekilas tentang Cappuccino, sudah tahukan Anda bagaimana menikmatinya? Ketika Anda duduk di sebuah café, dan pesanan cappuccino Anda sudah di depan mata, maka pertama kali yang harus Anda lakukan adalah mengaduk secangkir cappuccino itu. Tunggu, mengaduknya jangan sembarangan! “Aduklah hanya pada bagian bawah, usahakan sangan sampai merusak bentuk foam/busa yang ada di permukaannya,” tutur Anton.
Setelah dirasa tercampur rata antara kopi dan milk yang ada di bawah busa, kini saatnya Anda menikmati lezatnya cappuccino. Kenikmatan cappuccino adalah ketika menyeruputnya, kemudian menyisakan busa yang melekat di ujung bibir atas. Hmm, setelah paduan kopi dan susu melintas tenggorokan, saatnya lidah menyapu bibir atas menuntaskan kenikmatan cappuccino. Buktikan!

kirim komentar