• Majalah SCG
  • Majalah SCG
Kelana Kota / Rabu, 30/01/2013 15:47 WIB
Mengembangkan Keterampilan Politik Kantor

Dalam bekerja kita ingin memiliki karier yang bagus, gaji besar, kerja menarik, dan suasana kerja menyenangkan.

Terbatasnya sumber daya, lingkungan kompetitif, ambisi pribadi serta persoalan psikologis seseorang ternyata dapat menghalalkan segala cara untuk tujuan pribadi. Orang sering menyebutnya sebagai berpolitik di kantor atau office politic. Berpolitik di kantor berhubungan dengan keterampilan atau keahlian dalam berkomunikasi informal.

Tujuannya untuk mendapatkan kekuasaan atau keuntungan. Berpolitik di kantor juga bisa berarti bagaimana sikap seseorang terhadap rekan kerjanya. Hal ini bisa positif atau negarif. Inti dari berpolitik di kantor adalah menjadikan diri kita disukai. Kemampuan ini layak kita miliki dengan baik karena bisa membuat karier cemerlang. Bagaimana mengembangkan politik kantor secara positif? Office politic selalu ada di setiap kantor. Hanya saja ada yang tajam ada yang tidak, ada yang positif ada yang negatif. Dimana ketika orang tumbuh berkumpul selalu ada “saya” dan “mereka”. Nah, bagaimana kita menyepakati atau mengendalikan sikap saya dan mereka, itu yang menjadikan politik kantor.

Paling tidak, ketika ada perbedaan pendapat antar sejawat pada suatu departemen, kemudian ada yang bilang “makanya departemennya tidak bisa maju”, maka itu sudah terjadi komunikasi politik kantor yang tidak sehat. Hal itu menjusti kasi departemen yang lain yang membuat mereka terdegradasi oleh departemen lainnya. Politik kantor yang tidak bisa dihindari, biasanya kita memplatformkan sebagai apa yang menjadi tujuan organisasi. Itu bisa tercapai dan dikerjakan setiap insan yang ada dalam organisasi, perusahaan atau entitas bisnis, yang mana caranya yang berbeda-beda. Caranya berbeda sebab ada tujuan yang berbeda, kepentingan yang berbeda yang tidak bisa dihindarkan.

Kepentingan itu bisa dari departemennya, ptibadinya, atasannya atau organisasinya. Nah, ketika ini terjadi dan strategi serta cara meloloskan masing-masing inilah dicapai menggunakan politik. Karena itulah kita perlu membicarakan politik kantor yang positif. Agar kemampuan organisasi itu bertumbuh lebih baik dan cepat. Kalau politik kantor dikelola dengan baik akan meningkatkan produktivitas. Sebaliknya, ketika cara yang ditempuh seseorang atau sebuah departemen menimbulkan kegelisahan, itu namanya politik kantor yang negatif. Atau ketika cara-cara itu menimbulkan tidak percaya satu sama lain, akan kontraproduktif. Atau kalau politik kantor berfokus pada self interest, juga akan tidak sehat. Team work itu baik ketika anggota tim bersinergi melakukan hal baik.

Politik kantor erat kaitannya dengan komunikasi. Sebelum komunikasi itu bisa berputar dengan positif kita perlu tahu struktur perusahaan. Untuk bisa berpolitik kantor dengan baik, kita perlu tahu posisi kita dalam struktur itu sehingga kita tahu wewenang, power, otoritas dan level yang bisa kita pengaruhi. Lebih lanjut tentang tulisan ini, bisa dibaca di majalah Surabaya City Guide Free Magazine edisi Januari 2013, atau dengan mengakses e-Magz di website ini.

kirim komentar