• Majalah SCG
Kelana Kota / Senin, 05/05/2014 10:25 WIB
Menumbuhkan Passion Dalam Bekerja

Passion (dari bahasa Yunani Passu) artinya menderita. Artinya, ungkapan yang menunjukkan kekuatan emosi. Ada hasrat di sana. Dalam bahasa Inggris, passion bisa berarti gairah, nafsu, hasrat. Kebanyakan passion dikaitkan dengan kerja (passion to work) bisa bermakna hasrat untuk bekerja, dan seterusnya.

Kata Bobby Medri, Founder & Managing Director of Transformasi Indonesia, dalam talkshow Inspirasi Solusi di Radio Suara Surabaya, passion lebih merupakan ungkapan soft skill. Seperti teori gunung es, yang muncul di atas lebih menunjukkan perilaku, sementara sebenarnya di dalamnya jauh lebih besar yang disebut passion itu. Tidak tampak. Karena itu, seringkali kita tidak tahu passion kita di mana. Karena itu pula, passion ini kerap menjadi persoalan utama dalam dunia kerja. Jangan pernah remehkan pekerjaan Anda, karena jangan-jangan passion Anda di sana.

Passion seringkali dijadikan alasan dalam dunia kerja. Ada staf yang bekerja bermalas-malasan dengan alasan passionnya tidak di situ. Apakah benar demikian? Bisa jadi hanya alibi, atau bisa juga benar. Itulah mengapa passion mesti harus dicari untuk menemukan kekuatan dan potensi terbesar dalam diri kita.

Kalau kita bisa menemukan passion dalam diri kita yang sebenarnya, maka ia bisa menjadi energi pendorong yang besar untuk mencapai sukses puncak. Dan itu bisa dibuktikan dalam kehidupan kita.

Upaya mencari passion itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, mulai diri sendiri dan bisa didorong melalui perusahaan. Tanggung jawab perusahaan memang tidak sampai harus mencarikan passion untuk karyawannya. Tapi minimal, perusahaan bisa melakukan intervensi-intervensi yang bisa membantu karyawan menemukan passionnya. Mungkin lewat budaya kerjanya, budaya organisasinya, sehingga nantinya ada filter tersendiri. Karyawan yang passionya di sana, dia akan makin melejit. Sementara mereka yang passionnya tidak di sana, dipindah untuk diganti dengan orang baru lagi yang passionnya lebih pas.

Untuk mengenali di mana passion kita, hal sederhana yang bisa dilihat adalah dari hasil kerja dan hasil produksinya. Contoh sederhana, lihatlah anak kecil yang suka menggambar. Apakah dia suka, bakat, atau ada unsur passionnya. Maka lihatlah hasil gambar dan lihatlah selama dia proses menggambar. Kalau dari waktu ke waktu hasil gambarnya makin bagus, maka dia berbakat menggambar. Kalau hasil gambarnya bagus dan waktu mengerjakannya sangat antusias, sangat berhasrat, maka di situlah ada unsur passion. Jadi passion mengandung unsur pelibatan energi hasrat yang besar, semangat dalam mengerjakannya, dan antusias untuk menghasilkan karya atau produk sebagus mungkin.

kirim komentar

komentar

Prodonesia

Senin, 21/09/2015 14:02 WIB

Nice artikel, sekarang ini tidak sedikit pekerja yang bekerja tanpa passion mereka, alhasil mereka pun harus bekerja dengan adanya tekanan. Kondisi seperti ini tentunya sangat sulit, bagaimana tidak bekerja di bawah tekanan justru bisa memicu stres, bahka