• Majalah SCG
Rona Kota / Rabu, 11/12/2013 15:45 WIB
Pahlawan Baru dari Kartun Opini 4

Bila Anda ingin menjadi pahlawan, mudah caranya. Pasang gambar muka Anda di lembar uang kertas, menggantikan wajah pahlawan yang ada di situ. Dan, wajah Anda akan menjadi sangat bernilai dan dibawa, dikantongi, bahkan bisa menutup segala kekurangan yang mungkin terjadi dalam tiap transaksi Anda.

Gagasan kartunis seperti itulah yang menyedot perhatian para juri dalam Kontes Kartun Opini 4 yang digelar Komunitas Kartun Indonesia Kartunesia. Penjurian yang dilakukan selama dua hari itu (7-8/12) berhasil mengeluarkan keputusan, kartun berjudul “Semua Bisa Jadi Pahlawan” berhak menjadi jawara nomor satu.

Menurut Hendro Dwijo Laksono, juri sekaligus pendiri Komunitas Kartun Indonesia Kartunesia, setidaknya karya di atas memenuhi syarat juara. Antara lain, ada kesesuaian tema, visual kartun disajikan dengan cara cerdas, unik dan segar. “Pemilik surat kabar pasti nggak akan ragu untuk memajang gambar kartun ini di kolom kartun editorial,” tandasnya.

Kontes kartun opini yang digelar kali ke empat ini, tercatat ada 32 peserta dengan 60 karya yang turut serta. Namun pada seleksi awal, 10 peserta dan 12 karya harus terjungkal gara-gara tak memenuhi prasyarat.

Selain Atmaja Septa Miyosa sebagai Juara 1 (Semua Bisa Jadi Pahlawan), Juara 2 diraih Muhammad Najib (Makam Pahlawan), dan Juara 3 disabet Joko Luwarso
(Melawan Gurita Penyakit Bangsa). Sementara Juara Harapan diraih Agus Nugroho (Menyelamatkan Kehidupan), Hendrikus David Arie (Hope), dan Dedy Ronggo (Berani Tolak Hasil Korupsi).

Septa, peraih juara yang juga freelancer di penerbit Media Pressindo Yogyakarta, mengaku selama mengikuti lomba, terutama dua lomba terakhir, merasa tema yang diangkat cukup update.

“Temanya sesuai dengan tema sentral bangsa ini. Dibandingkan lomba-lomba luar negeri yang kesannya main-main. Betapa tidak, dalam kontes mereka mengusung tema-tema remeh, seperti gunting, api, perangko, dan semacamnya,” katanya.
 

kirim komentar