• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Komunitas / Senin, 03/02/2014 12:35 WIB
Taklukkan Mitos Burung Hantu

Burung Hantu, mengingatkan kita pada hewan peliharaan lakon utama dalam film Harry Potter, yang siswa di sekolah sihir Hogwarts itu. Mungkin tidak banyak orang tahu, bila sebenarnya burung malam itu pun bisa jinak dan menyenangkan untuk menjadi teman.

Mitos burung Hantu di lingkungan masyarakat sebagai burung setan atau sebagai isyarat ada orang mati, membuat kesan burung yang hidup di seluruh belahan dunia, kecuali Antartika, ini kian terpuruk. Jauh dari diminati dibanding burung-burung lainnya. Namun dalam 2 tahun terakhir tampak perubahan mencolok.

Burung Dares, sebutan orang Jawa, mulai digemari. Tidak main-main, mereka tidak sekedar memelihara tetapi juga melatih hingga burung berwajah khas ini hafal benar suara sang empunya. Beberapa bahkan ada yang mampu menterjemahkan perintah pemiliknya.

KaBHaSura (Komunitas Burung Hantu Surabaya), adalah satu dari dua wadah penggemar burung Hantu yang ada di Surabaya. Memilih tanggal 3 Agustus sebagai momentum kelahiran. Komunitas ini usianya belum genap setahun. “Tetapi penggemar burung Hantu sudah ada di Surabaya sejak dua tahun silam,” sergah Rendy, ketua KaBHaSura.

Semula anggota komunitas ini hanya 15 orang, tapi sekarang anggotanya sudah mencapai 30 orang, sementara rata-rata masih berasal dari Surabaya. “Beberapa kota lain di sekitar Surabaya juga telah ada komunitas serupa, seperti di Gresik dan Sidoarjo,” imbuhnya.

Aktivitas dari anggota komunitas ini bila berkumpul di antaranya saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Saling bantu sesama anggota, misal ada anggota yang hendak membeli burung, komunitas akan merekomendasikan pedagang yang ada di internet.

“Terus terang kami tidak dengan mudah menunjukkan pembeli kepada penjual. Di awal kami harus pastikan bahwa calon pembeli ini memang sungguh-sungguh berminat dan akan serius memelihara burung Hantu. Sebab bila tidak, kasihan juga burungnya,” urai Rendy kepada Majalah SCG, pertengahan bulan lalu.

Menurut Rendy, sepengetahuannya di Surabaya ada sekitar 8 jenis burung Hantu. Dalam hal perawatan, menurutnya tidak terlalu sulit. Burung yang termasuk jenis karnivora ini, memilih jatah menu makan seperti burung kecil, tikus putih, yang paling sederhana adalah jangkrik. “Namun ada pula yang memakan ikan,” sela Rendy.

Biaya pakan untuk seekor burung antara 10-15 ribu rupiah per hari. “Tidak sekedar makan, setiap 3 bulan harus kontrol kesehatan, hingga suntik beberapa jenis vaksin,” jelasnya.

Usia burung ini maksimal bisa mencapai usia 5 tahun, asalkan benar-benar terawat dan kebersihan tempatnya terjaga. “Perawatan tambahannya burung ini juga harus dijemur setiap pagi dan sore,” ungkapnya.

“Menaklukkan mitos burung Hantu sebagai burung setan, atau sebagai pertanda kematian, menjadi salah alasan kami menggemari burung yang kawin hanya sekali sepanjang hidupnya ini,” papar Rendy.

Burung perlambang kebijaksanaan di jaman Yunani kuno ini, juga dinilai eksotis secara fisik. Bentuk wajah yang khas juga menjadi daya tariknya. Selain itu daya ingatnya yang juga cukup mengesankan, walau harus melalui proses latihan yang terus menerus.

Laporan lebih lengkap tentang penggemar Burung Hantu bisa dibaca di majalah SCG edisi Pebruari 2014, atau e-magz di webiste resmi majalahscg.com. (Foto-foto: A. Kusnanto/ M/ Comm)

kirim komentar

komentar

sudar

Rabu, 21/01/2015 11:59 WIB

saya dari medan dapat anak burung hantu klau saya pelihara tkut ada efeknya betul apa tdk tlong imfo atau smz ke. no. 0812 64 500 74

sudar

Rabu, 21/01/2015 11:50 WIB

Saya dapat burung hantu anaknya ...di lepas takut mati/ di pelihara apakah tanda2 bagi saya atau ada efek sampingannya tlong jelaskan

drias5

Jumat, 15/08/2014 12:47 WIB

Ambar~ ih sama,,, aku juga nemu burung hantu saat habis sholat maghrib d dpan rumah hahaha skrg jd piaraan,,,

Ali punteal

Selasa, 01/07/2014 11:28 WIB

Gabung bang...

dodik , drh

Sabtu, 28/06/2014 17:07 WIB

Monggo kalau mau vaksin hub kami... 085645958812. Trmks Di rumah..

devynurannisa

Minggu, 25/05/2014 18:30 WIB

kalo harga vaksin nya kisaran brp ya? soalnya yg saya masih baby nih br tinggal 1 bulan di rumah. trs buat vaksin nya ada di pet care atau pet shop?

rudi kurniawan

Jumat, 21/03/2014 21:20 WIB

aku juga penggemar burung hantu,di rumah ada 2 ekor,salah y komunitas y jauh bgt di surabaya,lo ada di medan aku mau bergabung,soal ya ku tinggal di medan

Terimakasih telah berkunjung ke website Majalah SCG.

ambarwati

Rabu, 05/03/2014 15:03 WIB

Sangat memberikan informasi yang bagus....saya baru ja menemukan burung hantu didpn rmh kmdn sy pindah keblakang rmh....padahal ƍäª disangkar tp kok ƍäª pergi Ÿ̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍⌣◦°...mulanya agak takut tp stelah baca ni jd lega......smo

Terimakasih telah berkunjung ke website Majalah SCG.