Majalah SCG
Suroboyoan / Senin, 30/12/2013 11:52 WIB Waralaba yang Bagus Oleh : Wawan Sugianto *)

Bisnis itu membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran. Bisnis apapun, termasuk bisnis makanan. Saya sudah pernah merasakannya. Selama dua belas jam buka kedai, hanya terjual lima mangkok soto. Sungguh merupakan ujian yang tidak mudah. Tapi apakah lantas menyerah? Tidak.

Bagi saya, itu risiko bisnis. Apalagi di Surabaya, hampir semua usaha kuliner sudah ada. Harus ada sentuhan khusus terhadap produk kita. Jika tidak, kita harus siap mental dua kali lipat. Berbekal enak saja tidak cukup. Produk makanan kita harus unik dan menarik. Mulai nama hingga taste yang berbeda dari yang lain.

Kini, sudah banyak usaha franchise di Surabaya. Semua dikemas dengan menarik. Bahkan dijual murah. Siapa yang tak tertarik. Hanya berbekal duit tiga juta sampai lima jutaan sudah bisa memiliki bisnis. Sungguh peluang bisnis kini tersebar di mana-mana.

Tapi justru di sinilah ujiannya. Semakin mudah dan murah, semakin dituntut untuk serius. Tidak boleh sekadar coba-coba. Tak ada kata coba-coba dalam bisnis. Semua harus dijalankan dengan serius dan tekun. Standar mudah yang ditetapkan pemilik franchise, tetap harus digarap dengan sungguh-sungguh. Alhasil, sukses yang diraih, menjadi keberhasilan bersama.

Atau, sekalian belilah franchise yang sudah memiliki brand kuat. Mungkin mahal, tapi pertaruhannya jelas. Tentu tak ada orang yang mau “membuang” duit cuma-cuma. Investasi mahal akan sebanding dengan etos yang diperjuangkan, dan tentu hasil yang maksimal. Bukankah itu inti dari berbisnis?

Semarak bisnis franchise di Surabaya, baik yang asli atau dari luar Surabaya, secara natural akan diseleksi oleh waktu. Investasi yang murah atau mahal, sama-sama mengandung risiko. Anda membeli franchise, bukan berarti tinggal berleha-leha menunggu hasil. Bukankah banyak juga franchise yang gugur di tengah jalan. Bila demikian, pemilik dan pembeli franchise sama-sama menanggung rugi. Pemilik franchise menurun brandnya, pembeli franchise ludes investasinya. Siapa mau?

Saya sudah pernah menetapkan standar mudah untuk pembeli franchise. Alhasil bangkrut di tengah jalan. Bila kini saya menentukan standar tinggi, semua demi keberlangsungan usaha. Tapi, ada beberapa bisnis yang tidak saya waralabakan. Kalau bisa dikelola sendiri, mengapa harus saya waralabakan.

 

*) Pemilik Soto Madura Wawan, Tosoto, dan Bebek Goreng Harissa