• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Komunitas / Kamis, 02/01/2014 17:06 WIB
Ikhtiar Penggemar Bekisar

Ayam Bekisar, sudah jamak di kalangan masyarakat Jawa Timur. Siapa tidak kenal dengan unggas yang dulu pernah menjadi maskot Jawa Timur itu. Salah jenis ayam yang mempunyai kelebihan dalam keindahan suara kokoknya (Kluruk, dalam Bhs. Jawa), hingga kini masih diminati. Menariknya penggemar ayam bekisar umumnya terbilang setia, buktinya hingga tahunan masih saja bergeming menyukai ayam bekisar.

Ada dinamika, naik-turun di kalangan komunitas penggemar bekisar di Surabaya. Mulai ramai sekira 10 tahun silam, kemudian sempat fakum, hingga kini ramai kembali. Terlebih dengan momentum aktifnya kembali kepengurusan KEMARI Pusat yang berkedudukan di Jakarta.

Kemari adalah Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia. Sebenarnya organisasi yang lahir atas inisiatif Almh. Ibu Tien Soeharto ini sudah ada sejak beberapa tahun silam. Kemudian sempat vacuum, sehingga seluruh aktivitas organisasi pun terhenti.

Keluarga Penggemar Bekisar Indonesia (Kemari) Cabang Surabaya pun mendapat imbas terhentinya aktivitas organisasi tersebut. Sementara para penggemar ayam bekisar di Kota Pahlawan ini tetap setia pada kegemarannya itu. Maka, untuk tetep mengakomodir kepentingan para penggemar ayam bekisar Surabaya, kemudian didirikanlah PABAS (Paguyuban Ayam Bekisar Arek Suroboyo), pada Juni 2010. Ketika itu anggotanya terdiri dari sekira 15 penggemar, berasal dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Puncak dari kegiatan Pabas ketika digelar kontes Seni Suara Ayam Bekisar, PABAS CUP I. acara yang dihelat di lapangan Bogowonto itu, diikuti oleh sekira 200 peserta dari seluruh Indonesia. “Sebenarnya momentum itu bersamaan dengan diaktivkannya kembali Kemari. Jadi sekalian event tersebut bekerjasama dengan Kemari,” terang Hariadi, ketua Pabas.

Menurut Hariadi, tahun 2013 itu adalah momentum aktifnya kembali kepengurusan organisasi Kemari. Kemudian Kemari Pusat yang berkantor di Taman Mini Indonesia Indah itu, meminta kepada semua pengurus cabang Kemari di daerah untuk mengaktifkan kembali kegiatannya. “Sehingga, dengan aktifnya kembali PC. Kemari Surabaya, yang notabene orang-orangnya sama dengan Pabas. Maka, selanjutnya Pabas melebur ke dalam wadah kepengurusan Kemari Cabang Surabaya,” jelas Hariadi lagi, yang otomatis kini menjadi ketua PC. Kemari Surabaya.

Keakraban di antara penggemar ayam bekisar, terbilang guyub. Komunitas ini terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung.”Mengumpulkan seduluran (saudara, dalam Bhs. Jawa),” tukas pria yang mengaku hobi ayam bekisar sejak 1994 ini. Komunitas ini sangat terbuka, menerima setiap hadirnya anggota baru.

Mereka dengan senang hati akan membantu dan membimbing, bahkan bagi mereka yang sama sekali belum tahu-menahu tentang hewan ternak yang harga bakalannya bisa mencapai 25 juta rupiah itu. Bagi siapa saja yang berminat dengan ayam bekisar, Hariadi terbuka untuk dihubungi (di nomor 081328369555)
Termasuk soal perawatan ayam bekisar, seperti jam 7 harus dijemur. Kemudian sejam berikutnya dimandikan, kurungan harus senantiasa bersih, hingga memberi makan harus teratur.

Kawan-kawan komunitas bila berkumpul banyak hal yang dilakukan, di antaranya adalah perbagi solusi tentang persoalan-persoalan seputar ayam miliknya. Hingga saling mendukung sesama anggota, untuk mencapai prestasi terbaik.

Laporan lebih lengkap tentang penggemar Ayam Bekisar disa didapat di majalah SCG, atau e-magz di webiste resmi Majalah SCG. (Foto-foto: A. Kusnanto/M-Comm)
 

kirim komentar