• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Khas Surabaya / Rabu, 02/10/2013 16:45 WIB
4 Rona Qurban

Tak lama lagi kita akan menyongsong lebaran Idul Adha. Di bulan ini pula, tepatnya pada 10 Dzulhijjah dan hari Tasyrik 11,12 dan 13 Dzulhijjah, umat Islam akan melaksanakan ibadah penyembelihan hewan qurban. Bagi Anda yang berkesempatan melaksanakan ibadah qurban pada tahun ini, bersyukurlah. Karena, tak semua orang punya kesempatan yang Anda miliki ini. Namun demikian, ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan seputar qurban. Mulai bagaimana memilih hewan qurban, pelaksanaan qurban, dan pembagian daging qurban.

Memilih hewan qurban, misalnya, Anda mesti teliti dalam memilih hewan yang sudah cukup umur, sehat, dan tidak cacat. Pada pelaksanaan qurban juga demikian. Lebih afdhal serahkan pada panitia qurban yang sudah terlatih, seperti di masjid-masjid, musholla, atau lembaga-lembaga penyedia hewan qurban.

Demikian pula, bila Anda mempercayakan hewan qurban pada panitia qurban, Anda tidak perlu dipusingkan dengan pembagian daging qurban. Panitia-panitia qurban yang akan mendaftar siapa saja yang berhak menerimanya. Beberapa hal dalam ulasan Surabaya City Guide (SCG) berikut mungkin akan sedikit banyak membantu Anda yang hendak berqurban.

Tips Memilih Hewan Qurban
Ya, berqurban harus ikhlas. Tapi berqurban juga mesti memberikan yang terbaik agar kualitas keikhlasan itu menemukan ujungnya yang indah. Sapi atau kambing qurban kita mesti dipilih yang sehat dan gemuk, agae penerima daging qurban juga merasa senang dan puas. Berikut ini beberapa cara memilih hewan qurban.

Pilih hewan qurban yang cukup umur.
Kambing dan domba berumur 12-18 bulan. Sedangkan sapi dan kerbau 22 bulan. Untuk mengetahui umur ternak tersebut, Anda bisa bertanya kepada pemiliknya; kapan kelahiran ternak tersebut. Atau dapat dilihat dari gigi ternak. Jika gigi susunya telah tanggal, berganti dengan gigi dewasa warnanya agak kekuningan sedang gigi seri agak keputihan, menujukkan kalau kambing atau domba itu telah cukup umur sebagai hewan qurban.
Beberapa tips yang lain seperti; pilih Hewan Kurban yang Sehat, pilih hewan qurban yang tidak cacat, dan belilah hewan qurban lebih awal.

Wujud Lain Daging Qurban
Mencermati dinamika penyaluran daging qurban di lingkungan masyarakat dengan membagikan daging mentah secara langsung dalam bungkus yang berisi masing-masing 2,5 Kg itu, ada plus minusnya. Satu di antara kelemahannya tidak merata, hanya akan menyentuh kalangan atau mereka yang berada di sekitar lingkungan di mana daging qurban itu dibagikan. Bahkan dinilai banyak daging qurban yang mubadzir, karena penyebaran yang tidak merata tadi.

Jaman terus mengalir dan waktu terus berdetak. Untuk menyiasati kekurangankekurangan, beberapa lembaga Penyelenggara Qurban berkreasi untuk menemukan solusi. Maka mulailah era, daging qurban dalam wujud yang beda. Namun tetap mengena sasaran sampai kepada mustahiq.

Berangkat dari landasan pemikiran yang sama, setidaknya ada dua hal yang menjadi pertimbangan hingga merubah daging qurban dalam wujud yang lain.

Mitos dan Fakta Daging Kambing
Di bulan momentum ibadah qurban ini, biasanya mendapat kiriman daging. Bahkan tidak mustahil menerima daging qurban banyak, hingga berbungkus-bungkus dari sini dan situ. Daging kambing yang identik dengan qurban, memikul silang pendapat. Berikut mitos dan fakta seputar daging kambing, yang disarikan dari berbagai sumber.

Mitos; Torpedo kambing mampu angkat gairah seksual. Dan faktanya; hingga sekarang belum ditemukan hasil penelitian resmi yang membuktikan kandungan torpedo mampu mendongkrak gairah seksual. Pendapat tersebut tal lebih sekedar sugesti. Dan beberapa mitos-fakta lainnya.

Menu Hidangan Daging Kambing
Masih dalam suasana Idul Adha, kurang lengkap rasanya kalau lebaran haji tahun ini tidak mencicipi Kikil Kambing Istimewa Haji Subchi. Terletak di jalan Simolawang, warung tenda bongkar pasang ini menempati lahan, tepat di depan pagar tembok rumah nomer 1.

Adalah Abdul Jawat yang memulai membuka warung Kikil Kambing ini pada 1966. Selanjutnya secara temurun, sajian yang semakin diminati ini
dikelola anaknya, Haji Subchi mulai tahun 1975. Hingga sekarang, nama Haji Subchi masih digunakan, walaupun sejak 10 tahun terakhir, pengelolanya sudah ditangani oleh Abah Su’eb, yang tidak lain adalah adik kandung dari Haji Subchi.

Seputar rona Qurban hanya sedikit yang bisa dipaparkan di sini. Untuk informasi lengkap silahkan dapatkan informasinya di Majalah Surabaya City Guide (SCG) edisi Oktober. Bisa pula didapatkan versi e-magz di halaman beranda website ini. (Foto-foto: A. Kusnanto)

kirim komentar