• Majalah SCG
  • Majalah SCG
Rona Kota / Sabtu, 26/10/2013 13:25 WIB
Belajar Menyenangkan a la Stepping Stones

Di tengah perkembangan teknologi yang kian canggih, anak-anak cenderung malas belajar. Mereka lebih akrab dan suka berlama-lama dengan mainan berteknologi canggih. Anak-anak saat ini telah “dikuasai” oleh teknologi, sehingga mengubah paradigma anak pada proses belajar.

Keprihatinan seperti ini yang mengemuka dalam seminar Menjadikan Setiap Anak Cinta Belajar dan Menjadikan Belajar Sebagai Hal yang Menyenangkan, di Unika Widya Mandala, Sabtu (26/10).

Seperti dikatakan Margareta Desi Restuti, Kepala Sekolah Stepping Stones Surabaya, seraya menyitir pernyataan Alain Wallart, ahli kurikulum yang mengajar di banyak negara, mengatakan tujuan pendidikan adalah menciptakan masyarakat yang lebih baik.

“Jika masyarakat atau tata nilai yang berkembang tidak menjadi lebih baik, artinya pendidikan itu gagal,” tegasnya.

Karena itu, para pemerhati pendidikan, orang tua, dan guru dihadapkan pada tantangan untuk bisa menciptakan cara belajar yang menyenangkan sehingga anak memiliki kecintaan pada belajar. Menjadikan anak memiliki kecintaan belajar, bukan hal yang sulit, tapi juga bukan hal mudah. Pendidikan, tambahnya, adalah proses yang rumit, yang harus dirancang dengan saksama.

Hal senada dikatakan J. Dicky Susilo, Mpsi, Ketua Pelaksana dan juga Wakil Dekan Fakultas Psikologi Unika Widya Mandala Surabaya, “Ide ini sangat menarik. Saya telah melihat dan mengamati sendiri bagaimana pembelajaran yang menyenangkan, khususnya di Stepping Stones sebagai portofolio langsung dari Alain Wallart.”

Model pendidikan seperti ini, dikatakan, harus ditularkan kepada semua orang, mahasiswa, orang tua, agar kita mampu menyiapkan generasi penerus secara bertanggung jawab.
 

kirim komentar