• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Komunitas / Jumat, 08/11/2013 13:35 WIB
Lestarikan Alam dengan Diet Pastik

Komunitas Nol Sampah
Masih dalam wacana hari Kesehatan Nasional, yang jatuh pada tanggal 12 Nopember 2013 ini, majalah Surabaya City Guide menemui komunitas yang punya perhatian hal menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan. Komunitas Nol Sampah Surabaya, sangat konsen dengan program diet plastik.
Komunitas yang berdiri sejak 21 Pebruari 2009 ini, kini telah mampu mengumpulkan relawan hingga 500 orang dengan kepedulian yang sama. Menyatukan visi demi Surabaya yang bebas plastik.

Landasan awal dari gerakan komunitas ini adalah mensosialisasikan agar warga dapat mengelola sampah, semata sebagai bagian tanggung jawab.
Selama ini pengolahan sampah lebih difokuskan pada bagaimana menangani sampah yang dihasilkan, seiring perkembangan jaman pola demikian tampaknya sudah tidak sesuai lagi. Butuh tindakan yang lebih tepat yang mampu memberi solusi terhadap persoalan sampah. “Harus diubah menjadi bagaimana mengurangi sampah yang dihasilkan. Ini harus ditumbuhkan kesadaran pada masyarakat,” terang Hermawan Some, koordinator Komunitas Nol Sampah Surabaya.

Menurut Wawan, sapaan akrab Hermawan Some, komunitas nol sampah terus berupaya mensosialisasikan; Sampah Tanggung Jawabku! Yaitu dengan menggiring perubahan paradigma mengelola sampah di masyarakat, menjadi mengurangi sampah.

Sebenarnya cara pengolahan sampah yaitu 3R (reduce, reuse dan recycle) yang dilakukan selama ini sudah tepat. “Namun ada hal yang harus diubah dan diluruskan. Pengolahan sampah 3R sebenarnya merupakan urutan pengolahan sampah,” ujar Wawan, kepada majalah Surabaya City Guide.
Menurutnya, seharusnya tahap pertama yang dilakukan dalam pengolahan sampah adalah Reduce, baru kemudian Reuse dan selanjutnya Recycle. Selama ini pengolahan sampah yang dilakukan lebih fokus pada Recycle dan Reuce.

Ternyata menebar sosialisasi, walau itu hal positif dan penting, tidak semudah membalik telapak tangan. Komunitas terbuka yang ingin menjadi wadah bagi siapa pun untuk belajar bersama dalam menjaga, melindungi, dan melestarikan lingkungan hidup ini, terus beraktivitas. Salah satunya secara rutin terlibat dalam acara Car Free Days. Berkampanye memisahkan sampah di Minggu pagi itu.

Kenapa komunitas ini memilih plastik sebagai tema utama dalam membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap sampah? Apabila para pembaca berminat untuk tahu lebih banyak tentang sampah dan membangun kesadaran mengatasinya, ke mana harus mendapatkan informasinya? Jawabannya silahkan baca Majalah Surabaya City Guide edisi Nopember 2013. Atau bisa pula dengan mengakses versi e-magz di website kami di sini.

kirim komentar