• Majalah SCG
Kelana Kota / Selasa, 03/12/2013 12:03 WIB
Sikap yang Benar untuk Meraih Sukses

S-I-K-A-P itu bisa dibedah dalam pengertian yang lebih rinci. Yakni Skill (keahlian), Integrity (integritas), Knowledge (ilmu pengetahuan), Attitude (perilaku) dan Passion (gairah atau semangat). Nah, menuju sukses haruslah bisa melakukan balancing terhadap maksud dari s-i-k-a-p itu.

Ronald B Sitolang, Direktur Cerdas Ceria Sukses Indonesia, dalam talkshow di Suara Surabaya (16/11), menjelaskan setiap kita dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan setiap kita dituntut memiliki skill atau keahlian. Skill itu menyangkut dua hal; hard skill dan soft skill. Hard skill bisa dicontohkan seperti kemampuan mengoperasikan hal-hal yang sifatnya teknis; mengemudi, mengoprasikan komputer, dan semacamnya. Sedangkan soft skill itu seperti kemampuan komunikasi, negosiasi, lobi, kepemimpinan, dan seterusnya. Keahlian semacam ini bisa dikuasai asal mau belajar.

Dalam sebuah riset yang dituangkan dalam buku Outliers karangan Malcolm Gladwell, dikatakan seseorang akan menjadi ahli dalam bidangnya setelah dia melampaui fase 10 ribu jam dengan hanya fokus melakukan suatu pekerjaan. Sebenarnya, untuk memiliki keahlian tertentu, seseorang tak boleh berpikir bahwa hal itu perlu atau tidak. Sama halnya untuk menjadi ahli mengemudi mobil, bukan lantas harus menunggu memiliki mobil terlebih dahulu.

Kedua, integritas. Ini menjadi komoditas yang langka di negeri ini. Integritas artinya jujur dan bulat, tidak mencla-mencle. Bila Anda menjadi pribadi yang bisa dipercaya, itu bisa menjadi modal yang amat sangat penting. Justru integritas jauh lebih penting dari modal uang. Untuk meraih sukses, lebih mudah dengan bermodalkan integritas.

Namun, upaya kita menegakkan integritas diri, dihadang oleh hubungan sosial yang harus diwaspadai. Misal, alasan pertemanan, ketakutan akan dikucilkan sosial, dan semacamnya akan bisa menggerus integritas yang kita niatkan. Banyak contoh di negeri ini, betapa orang-orang hebat yang tidak menjunjung tinggi integritasnya, berakhir di penjara.

Ketiga, knowledge. Ada sebuah kata hikmah berikut: ruang terbesar di alam semesta adalah ruang untuk kita berkembang dan mencari ilmu lebih banyak lagi. Nah pertanyaannya: seberapa banyak kita, yang sudah lulus sekolah/kuliah, membaca buku dan menimba ilmu pengetahuan secara terus-menerus, rutin dari waktu ke waktu? Perubahan dunia yang sedemikian cepat, akan makin meninggalkan kita yang tidak rutin melakukan update pengetahuan setiap saat.

Keempat, perilaku yang baik. Attitude atau perilaku ini terkait dengan kepribadian seseorang. Tidak peduli apakah dia punya kekuasaan, punya banyak anak buah, pimpinan, kaya dan seterusnya. Kalau perilakunya tidak baik, suka sombong dan suka memandang remeh orang lain, tetap akan tertolak dan mengganggu hubungan sosial.

Dan kelima, passion. Orang yang sedang bermimpi menjadi orang sukses, haruslah memiliki gairah dan semangat yang menggebu. Pekerjaan dan tugas seperti apapun akan dihadapi dengan semangat yang membara. Semangat untuk menyelesaikan pekerjaan dan semangat untuk menunjukkan kualitas diri akan hasil pekerjaan yang menjanjikan kepuasan.

Bagi orang yang memiliki passion, suatu masalah adalah tantangan. Dan tantangan akan dihadapi dengan semangat yang kuat. Tidak loyo. Selalu siap menghadapi berbagai tantangan baru, yang mungkin sebelumnya tidak pernah dialami. Semangat yang muncul bukan karena alasan ada imbalan atau semacamnya. Mereka menjalaninya dengan tulus. Karena itu, berbeda antara orang yang semangat karena iming-iming sesuatu dengan mereka yang menjalaninya dengan passion.

Nah, bagi para “pemburu” sukses, sikap-sikap di atas akan menjadi pemicu bagi lahirnya berbagai kemampuan yang lain, yang mungkin selama ini tersimpan, tak muncul, tak terasah. Berangkat dari sikap yang baik, alhasil akan mendatangkan kesuksesan-kesuksesan beruntun di hari-hari ke depan.
 

kirim komentar