Majalah SCG
Suroboyoan / Jumat, 06/09/2013 16:46 WIB Kampung Unggulan Surabaya

Oleh : Antiek Sugiharti *)

 

Ada banyak kelompok warga Surabaya yang kini berlomba menghasilkan produk kreatif. Bahkan, produk mereka sudah sudah ada yang dikirim ke Eropa. Semoga tak perlu lagi ada keluhan warga kota karena merasa miskin dan kekurangan.

 

Surabaya kini memiliki 15 kampung unggulan. Mereka sudah memroduksi aneka macam kerajinan dan jajanan. Ada yang membuat kue basah-kering, souvenir dan tas, batik hingga paving. Mereka, menurut database, adalah warga kota yang semula tergolong tidak menguntungkan secara ekonomi.

Sejumlah kampung unggulan itu, terdiri dari 981 kelompok swadaya masyarakat yang telah mendapat pembinaan dan pelatihan mulai dasar hingga terampil. Dari jumlah itu, sekitar 523 kelompok boleh dikatakan sudah tertata dan mapan, baik dari segi standar kualitas produk, permodalan, hingga pemasarannya.

Secara bergiliran, mereka juga memiliki kesempatan untuk memasarkan langsung di mall-mall di Surabaya, yang difasilitasi oleh pihak-pihak terkait.

Sehingga masyarakat juga bisa mengetahui dan mengonsumsi produkproduk hasil kerajinan mereka. Para pengusaha baru ini secara rutin juga diajak road mall to mall serta road to kecamatan. Produk kerajinan mereka pun kian dekat dan bisa dinikmati masyarakat lainnya.

Apa yang sudah berjalan ini semoga makin berkembang baik dan bisa menjadi inspirasi serta motivasi bagi warga kota Surabaya yang lain. Kelompok-kelompok swadaya ini hanya berbekal tekad dan ketekunan untuk bangkit menjadi warga kota yang yakin memiliki peluang yang sama untuk berkembang. Tekad dan ketekunan itu kemudian diarahkan agar lebih menghasilkan produk yang terukur.

Untuk itu, Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapepam) Kota Surabaya memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk warga kota yang ingin mengasah keterampilan yang bisa sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Bapepam akan siap memberikan pelatihan dan pembinaan secara berkala sesuai keinginan masyarakat.

Warga kota hanya perlu berkumpul dan membentuk kelompok sekira 20 orang, kemudian mengajukan diri ke Bapepam untuk mendapatkan pelatihan, mulai dasar hingga terampil. Bahkan, kelompok Anda juga akan mendapatkan akses permodalan, channel pemasaran, hingga kelompok Anda di kampung itu menjadi pengusaha-pengusaha baru.

 

*) Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB Pemkot Surabaya dan Ketua Umum Dekranasda Surabaya