• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Khas Surabaya / Jumat, 12/07/2013 16:37 WIB
14 Kuliner Ramadhan


Ramadhan tiba, saatnya menyucikan diri, dan berkumpul bersama keluarga untuk menikmati rahmat –Nya, plus mempererat tali silaturahmi. Ramadhan selalu disambut dengan suka-cita oleh umat muslim. Saat Ramadhan tiba, banyak pernak-pernik yang sudah membudaya bagi masyarakat Surabaya. Sebut saja jalan-jalan dan berburu kuliner yang membludak di penjuru kota Surabaya. Pada sajian Majalah Surabaya City Guide (SCG) edisi kali ini, kami sajikan sedikitnya 14 kuliner yang perlu dicoba sepanjang Ramadhan.

Es Pacar Keling
Warung yang tak pernah sepi, adalah milik Haji Mujiono atau yang terkenal dengan sebutan Es Teler Pak No. Warung yang buka sejak 1978 ini memiliki ciri khas dari potongan buahnya yang besar-besar dan lengkap. Ada apel, nangka, melon, mangga, sawo, kelapa muda, nanas, anggur, yang semuanya disajikan satu mangkuk berukuran jumbo. Meski hanya berupa warung kaki lima, soal rasa es teler pacar keling ini tak ada duanya, terutama sirupnya yang beraroma durian. Buat yang suka duren, jangan khawatir karena tersedia juga sirup tanpa rasa. Tidak hanya Es Teler, Anda juga bisa mencicipi menu lainnya seperti bakso, dan es campur. Harganya pun bersahabat hanya Rp 9.000,-
                                                                                              
Es Teler Tanjung Anom
Buat berbuka memang nikmat yang segar-segar. Kalau ingin menikmati sajian es teler, maka es teler yang satu ini paling tersohor. Memiliki cabang di banyak tempat, tapi es teler Tanjung Anom, seperti namanya, pertama kali berjualan di jalan Tanjung Anom. Rasa es telernya benar-benar istimewa, perpaduan kelapa muda, potongan nangka yang beraroma kuat, apokat yang lembut, mutiara berwarna merah muda dan pasrahan es batu, dan kuah santan campur susu. Selain es teler, depot ini menyediakan es alpokat, es jeruk, dan es kelapa muda. Sebagai teman berbuka jangan lupa bakso sebagai pendampingnya.  Depot Es Teler Tanjung Anom beroperasi hingga pukul 10 malam.

Ronde, Angsle dan STMJ
Ingin berbuka dengan yang hangat? Nah, menu tradisonal ini memang bermanfaat untuk menghangatkan tubuh. Satu porsi angsle terdiri, dari ketan, mutiara, puding sagu, potongan roti tawar, dan  taburan emping mlinjo. Rasanya manis campur gurih. Semangkok angsle, cukup membuat perut terasa kenyang, sebab ada roti tawar, dan kuah santan. Ini masih ditambah lagi, mutiara dan puding sagu. Untuk suasana malam yang dingin, paling tepat menyantap ronde. Berisi bulatan ketan yang dipulung sebesar kelereng, irisan kelapa muda, kacang goreng, dan diseduh air jahe. Benar-benar hangat!Minuman lainnya, adalah STMJ, minuman istimewa campuran susu, telur ayam kampung, madu dan air jahe.

Ice Juice Purnama  
Depot es yang satu ini terbilang lumayan paling lama, buka mulai tahun 1969,  depot yang bersebelahan dengan eks bioskop Purnama ini bernama Ice Juice Purnama Ria.  Menu Andalan, yaitu  Juice Kopyor Susu, Juice Durian Susu, Juice Nangka, dan lain-lain. Racikannya cukup istimewa karena lebih dulu diracik di mangkuk untuk menemukan ukuran yang tepat kemudian baru dituang di gelas jumbo. Porsinya lumayan melimpah, sehingga menikmati minuman ini bisa membuat perut kenyang.

Es Pisang Ijo
Es pisang ijo menggunakan pisang raja yang sudah matang, tepung beras, air daun suji, dan sirup berwarna merah rasa pandan. Sedangkan untuk penyajian, pisang dipotong kecil-kecil, diberi es serut dan disiram dengan sausnya, lalu tambahkan sirup merah. Kadang banyak orang salah kaprah, menyamakan pisang ijo dengan palu butung. Padahal keduanya berbeda. Kalau es pisang ijo dibungkus dadar berwarna hijau, sedangkan palu butung, menggunakan pisang kepok yang dipotong kecil-kecil.
Makanan berkomposisikan pisang yang dibalut kulit tepung matang, ditambah fla yang memiliki rasa halus dan lembut. Tak lupa diberi tambahan susu kental manis. Setiap porsinya pun didinginkan dengan es sehingga terasa lebih nikmat. Dan jika ingin lebih spesial, dapat ditambahkan taburan keju pada setiap porsinya.

Pusat Degan
Saat berpuasa, bayangan akan segelas es degan yang berkeringat, sering menggoda. Apalagi saat tengah hari sedang terik dan kebetulan sedang berada di jalan raya, di kiri kanan jalan di Surabaya banyak terpampang es degan yang didisplay oleh para penjual. Buah kelapa muda yang didatangkan langsung dari luar kota, diturunkan di beberapa titik yang menjadi pusat. Sebut saja di sepanjang jalan Menur, lebih kurang ada 20 penjual degan yang siap melayani kebutuhan warga kota. Suplay itu berlipat dua sampai tiga kali lipat dalam seminggu pada saat bulan puasa. Harga segelas es degan harganya Rp 3 ribu, dan yang ukuran gelas jumbo seharga Rp 4 ribu. Sedangkan harga degan dijual Rp 6 ribu per buah, dan degan ijo harganya Rp 15 ribu per buah. Harga-harga itu, tambahnya, tentu saja akan naik saat bulan puasa. “Paling tidak, naik Rp 1000an,” terangnya.

Setra Kuliner Ramadhan
Jelang senja menjadi waktu paling menyenangkan dan ditunggu-tunggu di bulan suci Ramadhan. Setelah sepanjang hari menahan diri dari godaan hawa nafsu duniawi, termasuk menahan lapar dan dahaga. Menjelang waktu buka puasa, saat dikumandangkan adzan Maghrib, menjadi momentum menyenangkan tersendiri. Beberapa lokasi yang menjadi sentra berburu makanan beberapa warga Kota Surabaya, di waktu jelang buka puasa.

Bursa Jajan Pasar Blauran
Untuk jajanan, tempat paling pas adalah pasar Blauran. Aneka ragam jajan pasar sampai yang modern ada di sini. Jajanan tradisonal  lain yang tidak kalah menarik untuk dicicipi,  misalnya kue-kue basah yang diberi parutan kelapa atau  dimakan bersama gula merah yang dicairkan (juruh). Seperti klepon, lupis dan putu. Di sampingnya terlihat nampan besar berisi klanting, tiwul, gaplek, ketan hitam, pipilan jantung, gethuk, lupis. Semuanya dicampur jadi satu  kemudian ditaburi kelapa dan disiram juruh. Rasanya manis-manis gurih,  menariknya  wadah yang digunakan juga masih tradisonal karena masih menggunakan daun pisang yang disemat lidi. Mencari bubur Madura? Di sini juga tersedia. Bubur ini mempunyai ciri khas terdiri dari empat macam jenis, seperti ketan hitam, jenang grendul, sum-sum, mutiara dan disiram larutan gula.

Setra PKL Masjid Al-Akbar
Ada beberapa tempat favorit untuk ngabuburit warga Surabaya. Tempat-tempat tersebut dipilih sebab memiliki suasana menarik, biasanya juga dekat dengan penjaja makanan. Selain itu juga tak jauh dari lokasi pemukiman. Seperti  di sekitaran Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Di depan, sisi sebelah kanan, masjid kini telah berdiri sentra makanan. Kemudian di sepanjang jalan di kiri dan belakang mesjid berjajar PKL, berdagang berbagai jajanan dan minuman. Terlebih di bulan Ramadhan, sangat tepat bila warga muslim lebih memakmurkan masjid-masjid, beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menunggu berbuka, sholat Maghrib, hingga sholat Tarawih, sekaligus di satu tempat.

Pusat Makanan Timur Tengah
Khusus di bulan puasa, operasional warung makan di kawasan ini mulai pukul 16.00 sampai 22.00 Wib. Jika acara berbuka tiba maka minuman yang paling dicari pembeli adalah jus kurma. Seperti Jus kurma dari Warung Jumbo, diblender halus dan ditambahkan es batu ini rasanya manis dan segar. Menu favorit di daerah ini adalah daging kambing dan sapi sebagai bahan dasar menu masakannya. Mulai sate, segala masakan berkuah, sampai steak tersedia di sini. Selain itu juga ada banyak pilihan untuk dinikmati lainnya, seperti nasi kebuli, nasi tomat kambing, krengsengan, gule merah, sop kambing, gule kacang hijau.
Satu porsi sajian kambing oven ini, harganya Rp 30 ribu. Menu yang paling populer untuk makan sahur. Yaitu, gule kacang hijau dan jus kurma. Gule satu ini berbeda dengan masakan gule pada umumnya, bahan utamanya adalah daging kambing, santan kental dan kacang hijau.  Satu porsi gule kacang hijau cocok dicocol roti mariam yang gurih.

Rujak Manis
Berbuka dengan irisan buah segar dicocol dengan gula merah. Apalagi kalau bukan rujak manis. Ingin menikmati segarnya rujak ini, coba saja lewat sepanjang Dr Soetomo sampai Polisi Istimewa, penjualnya seragam, menggunakan meja kecil, dilengkapi etalase kaca kecil memajang beragam buah. Tak lupa kerupuk sebagai pelengkapnya di samping mejanya. Deretan penjual tersebut memiliki ciri khas yang cukup unik, karena si penjual biasanya menambahkan papan nama sebagai identitas mereka, sebut saja rujak manis Pak Kumis, Pak Nardi, Cak Gondrong, Djoko, Sari Murni, Haujek  dan masih banyak lagi.

Lontong Si Primadona
Ada satu istimewa yang tak pernah terlewat saat Hari Raya tiba. Yaitu ketupat atau lontong plus opor ayam dan pelengkapnya. Di Surabaya, ada satu kampong yang membuat lontong dan memasarkannya di seluruh pasar di Surabaya. Tepatnya dikawasan Kampung Banyu Urip Lor khususnya Gang IX, X, dan XI. Sebagai produsen lontong terbesar di Surabaya, Kampung Lontong Banyu Urip memasok seluruh pasar tradisional di Surabaya. Dari mulai Pasar Jarak, Simo, Tembok, Keputran, Petemon, Kalianak, Rungkut, Gubeng, Kedurus, Wiyung, Kenjeran, Perak sampai Pasar Larangan Sidoarjo.

Siropen Telasih
Siropen Sirop mungkin menjadi salah satu alternatif minuman saat berbuka, atau oleh-oleh disaat mudik lebaran. Yaitu Siropen Sirop. Sirup ini termasuk legendaris, didirikan pada tahun 1923 oleh JC. Van Drangelen. Pabrik Siropen Telasih merupakan pabrik siroop pertama di Indonesia.Pabrik Siropen Telasih merupakan pabrik sirop pertama di Indonesia. Pabrik siropen telah menjadi salah satu tujuan wisata heritage. Banyak wisatawan dosmestik dan luar negeri singgah ke pabrik ini untuk berkunjung, ataupun sekedar datang membeli. Dengan desain eksklusif, Siropen Premium  dibanderol Rp 35.000,- per botol. Sedangkan siropen klasik harganya Rp 18.000,-.  Siropen dapat disajikan dengan berbagai macam cara dan sangat cocok untuk oleh-oleh sebagai produk khas Surabaya.

Abon Daging Padmosusastro
Buat persediaan berbuka maupun sahur, abon memang sangat praktis. Buat oleh-oleh saat mudik, abon juga bisa. Rasanya gurih dan nikmat membuat yang menyantap tak pernah bosan. Di Surabaya, tepatnya di jalan Padmosusastro, banyak ditemui penjual abon, baik daging sapi maupun ayam. Singgah ke penjual abon di sini, bisa langsung melihat proses pembuatannya. Bu Surti, salah satu penjual menuturkan cara pembuatannya.

Penyedia Bahan Kue dan Roti
Menjelang Hari Raya, toko bahan kue menjadi rujukan para pebisnis kue kering dan para ibu rumah tangga. Meski kue kering bisa dengan gampangnya dibeli, tapi membuat kue kering sendiri sepertinya sudah tradisi. Bahan dasar yang paling laris manis tentu saja bahan membuat kue dan roti. Seperti, metega, gula halus, tepung, dan roombutter. Untuk campuran kue, yang laris adalah, kacang mente, kenari, coklat chips dan keju bola. Jadi buat Anda yang ingin membuat kue sendiri untuk dihadirkan di hari istimewa kunjungi toko bahan kue yang ada di Surabaya.

Untuk info lengkap, termasuk di dalamnya lokasi dari masing-masing kuliner tersebut, dapatkan di Majalah SCG edisi Juli 2013 di pick-up point terdekat. Atau bisa datang langsung ke Suara Surabaya Media untuk mendapatkannya secara gratis. Pembaca SCG juga bisa mendapatkan semua info edisi ini dengan klik di sini. Untuk informasi berlangganan bisa menghubungi bagian sirkulasi kami di nomor 031-70972020.

Foto-foto: An. Kunsnanto/M-Comm

kirim komentar