• Majalah SCG
  • Majalah SCG
Kuliner / Senin, 25/02/2013 11:19 WIB
Mie Aceh Sabang Memikat Hati

Menikmati khasanah kulinari negeri sendiri merupakan kenikmatan yang tak tertandingi. Di Festival Jajanan Bango (FJB)  pada 24 Februari 2013,  yang mengusung tema ‘Legenda Kuliner Nusantara’  para pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan sosok legenda yang telah sepenuh hati melestarikan kuliner nusantara melalui hidangan legendaris. Dari para legenda kuliner Nusantara di FJB, salah satu yang cukup mendapat antusias pengunjung Surabaya adalah Mie Aceh Sabang, milik Ibu Darmayati, yang memakai nama Mie Aceh Sabang, karena terinspirasi dari keindahan Pulau Sabang dengan pantainya.

Sajian ini memang patut disebut legenda kuliner,karena menghadirkan kekayaan kuliner khas Aceh yang otentik.Tak sulit menemukan stand yang satu ini. Selembar kain tenun Aceh berwarna merah, menjadi tanda kelestarian budaya dan resep warisan nenek moyang. Di depan meja tampak setumpuk mie kuning, ada irisan timun dan setoples besar acar segar. Sementara di belakang, penggorengan besar berisi mie dan sang koki tak berhenti memasak. "Mie Aceh tidak menggunakan bahan penyedap, tapi bumbunya berasal dari tanah Aceh," beber sang koki, ketika ditanya soal kelezatan mie Aceh ini. Mungkin inilah yang membuat rasa dan aromanya berbeda dengan mie goreng lainnya.

Kelezatan mie Aceh memang menjadi magnet bagi pecinta kuliner di Surabaya, terbukti antrian pembeli makin panjang, menunggu dilayani. Keistimewaan mie ini, karena tak sekedar saiian mie seperti pada umumnya, yang hanya digoreng dan rebus. Menggunakan mie telor berwarna kuning,seporsi mie ini disajikan bersama potongan daging yang melimpah, dilengkapi emping dan acar segar.

Mie Aceh Sabang, menghadirkan kelezatan rempah khas Aceh dalam setiap helai mie. Setiap suapan yang masuk, seolah membawa penikmatnya menjelajah rasa kekayaan rempah dari tanah Rencong. Kenikmatan dan kelezatan mie Aceh yang lembut tidak diragukan lagi. Paduan pedasnya cabe dan lada,menyatu sempurna.

"Rasa rempahnya terasa sekali, bumbunya berani ditambah rasa pedasnya, mie ini memang tidak seperti mie lainnya," tutur Firza salah satu pengunjung FJB. Soal kelezatan mie Aceh, Firza mengaku sudah mengetahui sejak lama, sayangnya ia belum pernah mencoba hidangan ini. "Mumpung ada FJB ini, saya bisa menikmati mie Aceh."imbuhnya. Yah, kenikmatan dan kelezatan makanan kas Aceh digemari oleh siapa saja, terbukti di FJB 2013 di Grand City Surabaya, Mie Aceh Sabang laris manis.

kirim komentar

komentar

dot

Kamis, 05/12/2013 19:14 WIB

dmn lokasinya?

Tulisan Mie Aceh Sabang ini hasil liputan event Festival Jajanan Bango 2013 (24/02). Hingga saat ini kami belum menjumpai gerai Mie Aceh Sabang di Surabaya. Mungkin ada netter yang mempunyai info lokasi tersebut, silahkan dibagi di sini.