• Majalah SCG
  • Majalah SCG
  • Majalah SCG
Komunitas / Rabu, 03/07/2013 16:38 WIB
Aksi Getol Musik Patrol

Unik memang, paduan berbagai jenis alat musik tradisional dan modern. Namun irama yang dihasilkan tidak kalah harmonis dengan musik-musik modern masa kini. Dipadu dengan lagu-lagu popular yang familiar di masyarakat, diimbuhi goyangan-goyangan seiring detak musik. Maka, lahirlah performa menarik, yang mampu mencuri tatapan siapa saja yang berpapasan dengan kelompok komunitas ini.
Secara sederhana, musik Patrol dapat didefinisikan sebagai seni musik tradisional Jawa Timur yang dimainkan oleh beberapa orang secara serentak, dengan disertai gerakan–gerakan yang khas. Seni ini menggunakan alat tradisional, seperti, kentongan bambu, triple, kempul, drum (tong besar dari plastik), simbal, balera, gong, dan ecek–ecek (krecekan).

Perkembangan musik patrol sangat pesat. Bisa terlihat, bila pada awalnya kesenian musik patrol hanya digunakan oleh warga untuk kegiatan ronda di kampung–kampung. Atau kegiatan untuk membangunkan warga jelang bersantap sahur, pada Bulan Ramadhan atau bulan puasa. Seiring perkembang zaman, kini musik patrol sudah bisa kita nikmati dan masuk ke dalam acara–acara yang bersifat lebih formal, sebagai suguhan hiburan.

Satu dari setidaknya empat kelompok komunitas musik pantrol yang ada di Surabaya, adalah Patrol Jabal Nur. Komunitas ini lahir sejak tanggal 1 Januari 2010. “Momentum itu menjadi hari yang sangat bersejarah bagi warga masyarakat Gununganyar Kidul, Gg. III khususnya, karena di tanggal itulah komunitas musik tradisional “PATROL JABAL NUR” lahir dan di resmikan,” ungkap Akhmad Ardianto (23), koordinator Jabal Nur. Kala itu, diresmikan digelar secara adat, melalui acara tasyukuran yang dihadiri oleh warga masyarakat gang III, Gununganyar Kidul.

Bila diawal berdirinya komunitas ini dilatih oleh pelatih musik yang sengaja mereka datangkan. Kini, sudah tidak lagi setelah teknik-teknik dasarnya telah mereka kuasai. Sekarang mereka lebih banyak berlatih sendiri, bahkan untuk improfisasi beberapa lagu pun mereka kreasi sendiri. Tampaknya nama musik patrol sudah banyak dikenal. Kehadirannya makin menarik dan dibutuhkan warga untuk menambah semarak beberapa perhelatan. Sebut saja pada acara Sunatan atau Kawinan, hingga acara penyambutan tamu-tamu penting. “Kami pernah diundang dalam penerima Mentri Dinas PU di Pemkot. Surabaya,” tambah Ardi.

Rancak irama musik patrol cukup menarik untuk menghiasi suasana di Bulan Ramadhan ini. Menghibur, juga membantu membuka mata, menjadi pengingat waktu sahur di pagi buta. Untuk tulisan lengkap tentang musik patrol bisa didapat di majalah Surabaya City Guide, edisi Juli 2013, atau klik di sini.

Foto-foto: Ist.

kirim komentar

komentar

indra waskito hadi

Senin, 13/01/2014 17:29 WIB

Apakah sy bisa minta contac personnya? Jika suatu saat ingin sharing. Trimakasih.

Silahkan Anda mengakses Majalah SCG versi e-magz, informasi lengkap di edisi Juli 2013. Terimakasih

oki oktariano

Kamis, 24/10/2013 18:14 WIB

saya ingin membuat patrol tapi tidak tahu mau beli alat musik nya dimana

Silahkan menghubungi kawan-kawan komunitas, niscaya mereka dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih...